POLISI NEWS| LANGKAT. Proyek pembangunan baru toilet di SDN 050761 Sei Bilah Timur kerjaan satu paket jadi Empat ruang kamar toilet ukuran kecil, mini.entah dari sononya. Atau ada oknum nakal memperkecil lokasi toilet tersebut.
Padahal masih lebar lagi lahan sekolah tersebut dan posisi bangunan toiletnya rendah bila musim penghujan banjir dan bisa bisa air banjir menggenangi Bangunan toilet tersebut.
Tahun Anggaran (TA) 2025 Pemerintah pusat gelontorkan dana pembangunan SDN, SMPN dan Sekolah Swasta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan juknis swakelola dan non swakelola.
Yang artinya jika juknis nya swakelola maka kepala sekolah yang mengelola dana untuk pembangunan ruang kelas dan pembangunan toilet, dan jika juknis nya non swakelola maka pihak ketiga atau rekanan lah yang mengerjakan pembangunan tersebut.
Seperti SDN 050761 Sei bilah, kelurahan Sei bilah, Kecamatan Seilepan menerima gelontoran dana revitalisasi Toilet dengan besaran anggaran 100 juta lebih.
Investigasi di lapangan bersama rekan rekan media panggilan haloho Sabtu (1/11/2025) sekira pukul 11:30 WIB. mengatakan tentang proyek pembangunan baru toilet SDN 61 terlihat bahwa ketinggian lantai kerja bangunan toilet tersebut setara dengan ketinggian halaman sekolah, sehingga akan mengakibatkan genangan air ke dalam bangunan toilet, pasalnya jika musim hujan area sekolah tersebut kerap digenangi air.
“Jika pembangunan toilet dengan ukuran lebar 2,5 meter dengan panjang 12 meter hanya menelan biaya sampai selesai sebesar 70 juta rupiah dan itu sudah termasuk upah kerja, karena 100 juta yang terpampang di plank kerja tersebut diluar daripada PPN dan PPH, yang artinya dana tersebut sudah sangat berlebihan jika dilihat daripada kondisi bangunannya, “ucap salah seorang warga yang sehari harinya bekerja sebagai tukang.
Salah seorang oknum guru kelas yang berdomisili di rumah dinas sekolah tidak memberikan jawaban mengenai pembangunan toilet tersebut.
“Siapapun bisa menjadi wartawan” ketus oknum guru kelas tersebut sembari meninggalkan awak media.
Sekedar mengingatkan, “Oknum guru tersebut diduga telah lupa diri, seluruh fasilitas sekolah dan bahkan gaji guru tersebut setiap bulannya adalah pajak rakyat, sehingga oknum guru tersebut tidak beretika memberi jawaban layaknya seorang pendidik, ” ketusnya.
Jurnalis| Muslim Yusuf






























