Alumni IMM Minta Kapolda Sumut Turunkan Propam Usut Dugaan Provokasi Polisi Saat Demo di Tapteng

- Jurnalis

Minggu, 2 November 2025 - 04:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLISI NEWS | TAPTENG. Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara mendesak Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., agar menindak tegas pihak-pihak yang diduga memprovokasi massa aksi hingga terjadi kericuhan di depan rumah pribadi milik Baktiar Ahmad Sibarani, di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Selain meminta penangkapan terhadap aktor provokator, Alumni IMM juga mendesak agar Propam Polda Sumatera Utara turun langsung untuk memeriksa dugaan keterlibatan oknum polisi dari Polres Tapanuli Tengah dalam peristiwa tersebut.

“Kami meminta Kapolda Sumatera Utara untuk segera memerintahkan dan menurunkan tim Propam guna mengusut oknum anggota Polres Tapanuli Tengah, khususnya yang bertugas di Unit Satintelkam, karena diduga ikut memprovokasi massa pendemo yang melintas di depan rumah kediaman Baktiar Ahmad Sibarani,” ujar Amirullah Hidayra Alumni IMM Sumatera Utara, Jumat (31/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amir, yang dikenal sebagai aktivis senior di dunia demonstrasi jalanan, menilai insiden di depan rumah Baktiar Sibarani tidak seharusnya terjadi. Ia menegaskan bahwa undang-undang melarang aksi unjuk rasa dilakukan di rumah pribadi.

“ Rumah pribadi tersebut diserang oleh sekelompok massa yang hendak berunjuk rasa ke Kantor DPRD. Sebagai aktivis yang sudah ribuan kali melakukan aksi, kami tahu bahwa tidak dibenarkan dalam kondisi apa pun melakukan unjuk rasa di rumah kediaman pribadi, sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” jelasnya.

Amir menilai bahwa ketokohan Baktiar Ahmad Sibarani di Tapanuli Tengah menjadi faktor yang memicu reaksi dari masyarakat pendukungnya.

“ Sebagai tokoh yang dihormati, wajar bila pendukungnya tersinggung saat rumah beliau diserang massa. Hal itulah yang memicu sebagian warga melakukan penjagaan dan akhirnya menyebabkan situasi menjadi sedikit chaos,” sambungnya.

Baca Juga:  Apel Pembukaan Karya Bhakti TNI di Pimpin Langsung Pejabat Walikota Sorong

Ia juga menyoroti kelalaian aparat kepolisian dalam mengawal jalannya aksi, sehingga terjadi gesekan di lapangan. Untuk itu, Amir menegaskan pentingnya Propam Polda Sumut turun langsung menyelidiki peristiwa tersebut agar kepercayaan publik terhadap Polri tetap terjaga.

Jurnalis | Makkinullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IAWP 2026 Kembali Digelar di Indonesia, Nasky Sebut Reputasi Polri Makin Diakui Dunia
Pengurus Persatuan Wartawan Teluk Aru Diresmikan, Rahmanto Pimpin PRATU Periode 2026–2029
Peringati Maulid Nabi, Desa Kurungan Nyawa Gelar Gema Syiar Rabiul Akhir
Gelar Pilkades Digital 2026–2034, Pemdes Segaran Gandeng DPMD dan Tiga Baka Calon
Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Merampas Hak Warga atas Udara Bersih
FRIC Tegaskan Komitmen Jadi Mitra Strategis Polri dan Pengawal Keadilan
Praktisi Hukum Kecam Aksi Koboi Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya
Wujudkan Solidaritas, PUK SPAMK FSPMI PT Suzuki Indomobil Motor Galang Bantuan Korban Gempa NTT
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:57 WIB

IAWP 2026 Kembali Digelar di Indonesia, Nasky Sebut Reputasi Polri Makin Diakui Dunia

Minggu, 20 September 2026 - 19:40 WIB

Pengurus Persatuan Wartawan Teluk Aru Diresmikan, Rahmanto Pimpin PRATU Periode 2026–2029

Minggu, 20 September 2026 - 11:08 WIB

Peringati Maulid Nabi, Desa Kurungan Nyawa Gelar Gema Syiar Rabiul Akhir

Kamis, 17 September 2026 - 18:32 WIB

Gelar Pilkades Digital 2026–2034, Pemdes Segaran Gandeng DPMD dan Tiga Baka Calon

Minggu, 13 September 2026 - 11:36 WIB

Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Merampas Hak Warga atas Udara Bersih

Berita Terbaru