Wakil Bupati Tapteng Ikuti Sosialisasi Surat Edaran Bersama 6 Menteri Pembentukan Tempat Penitipan Anak

- Jurnalis

Rabu, 9 Juli 2025 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

POLISI NEWS | PANDAN. Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi mengikuti Sosialisasi Surat Edaran Bersama (SEB) 6 (enam) Menteri tentang pembentukan dan penyelenggaraan tempat penitipan anak di Lingkungan Kementerian/Lembaga,

Pemerintah Daerah/Badan Usaha Milik Negara/Daerah, Swasta dan masyarakat secara virtual melalui Zoom meeting, bertempat di Ruang Rapat Garuda Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Rabu (09/07/2025).

Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Republik Indonesia Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd serta dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga)/ BKKBN dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menandatangani kesepakatan bersama atau MoU pengadaan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) sebagai syarat PROPER perusahaan.

Syarat Inovasi Tamasya untuk Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025 diberlakukan bagi perusahaan yang ingin mendapatkan kategori Emas.

“Kami punya inspirasi, ketika Saya kunjungan ke Kalimantan Timur, ada korporasi yang bekerja di bidang sawit, pekerjanya banyak, kemudian anak-anaknya gimana? Akhirnya kita bikin Tamasya. Karena itu harapan kami, korporasi yang berkenaan dengan Kementerian Lingkungan Hidup nanti ada syarat PROPER-nya dengan menyiapkan Tamasya di perusahaan.”

Program Tamasya adalah tempat penitipan anak bagi para perempuan pekerja, yang mengedepankan tumbuh kembang anak, didampingi pengasuh berkompeten, serta layanan rujukan bagi anak-anak yang membutuhkan

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, menegaskan syarat pengadaan Tamasya merupakan salah satu komitmen Pemerintah, khususnya bagi para perempuan pekerja untuk tetap memberikan pola asuh yang terbaik bagi anak-anaknya, tanpa menghilangkan hak-hak mereka untuk tetap bekerja. “Sehingga anak-anaknya, misal dari para pekerja sawit di kebun-kebun itu, tetap diasuh oleh ibu-ibu pengasuh.

Baca Juga:  Penjabat Bupati Aceh Timur dan seluruh Kepala Daerah se-Indonesia Menerima Arahan Dari Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memastikan perusahaan tanpa Tamasya tidak bisa mendapatkan kategori Emas dalam Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025.

Menteri Lingkungan Hidup mengatakan dari 5.476 perusahaan yang mengikuti PROPER tahun ini dan ingin mendapatkan kategori Emas, maka wajib melakukan inovasi sosial termasuk Tamasya yang masuk dalam program unggulan Kemenduk Bangga/ BKKBN.

“Untuk mencapai PROPER dengan predikat yang Emas atau Hijau dipersyaratkan harus memiliki Tamasya, sehingga dengan demikian kami akan mendukung penuh upaya dari Pak Menteri untuk menjaga anak-anak kita yang ditinggal orang tua bekerja.”

Selain itu MoU, juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk Tamasya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta Sosialisasi Surat Edaran Bersama enam menteri tentang Pembentukan dan Penyelenggaraan Tempat Penitipan Anak di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara/Daerah, Swasta dan Masyarakat kepada Pemerintah Daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Tapanuli Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah dan mewakili Pimpinan OPD Kabupaten Tapanuli Tengah.

Jurnalis | Makkinullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pengamanan Demo DPR RI Humanis, Analis Publik Apresiasi Komitmen Kapolri Jaga Demokrasi
Wamendagri Bima Arya sebut Kepala Daerah Petarung di Tengah 5 Tantangan Zaman
Berita Duka Cita: Berpulangnya Arisman, Kepala Perwakilan Jawa Barat Polisinews.com
Marak Ajakan Demo Pelajar, Sekjen FRIC: Jangan Pertaruhkan Masa Depan!
Ancaman Bencana Berlipat di Sorong: Dari Kebakaran Lahan Hingga Pembalakan Liar
Tangani Karhutla Sumsel, Presiden Prabowo Turun Langsung Pimpin Ratas di Palembang
Dukung Pembentukan Kodam di Papua Barat Daya, Praktisi Hukum: Jangan A Priori, Lihat Hasilnya
Dirgahayu RI Ke 81: Ketum & Sekjen FRIC Ajak Bersatu Jaga dan Bangun Negeri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:14 WIB

Pengamanan Demo DPR RI Humanis, Analis Publik Apresiasi Komitmen Kapolri Jaga Demokrasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Wamendagri Bima Arya sebut Kepala Daerah Petarung di Tengah 5 Tantangan Zaman

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Berita Duka Cita: Berpulangnya Arisman, Kepala Perwakilan Jawa Barat Polisinews.com

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Marak Ajakan Demo Pelajar, Sekjen FRIC: Jangan Pertaruhkan Masa Depan!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Ancaman Bencana Berlipat di Sorong: Dari Kebakaran Lahan Hingga Pembalakan Liar

Berita Terbaru

Militer News

TNI AL Sorong Kirim Kapal Perang Angkut Bantuan Korban Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:46 WIB