POLISI NEWS | LEBAK. Korban insial JMY (11) siswa SDN 1 Gunung Gede kelas, kampung Huru Gading jadi korban pemerkosaan yang dilakukan inisial JH anggota Linmas Desa Gunung Gede. Jumat (16/8/2023).
Kornoligis kejadian korban dirayu kerja di rumah pelaku dengan iming imingi gaji Rp 70.000. Namun daya uang tidak dapat malah JMY (11) disetubuhi di rumah JH. Menurut pengakuannya, “Saya diacam jangan banyak omong, kamu jangan bilang kepada siapa pun, kalau banyak omong akan saya bunuh, “ungkap korban saat di wawancarai awak media.
Menurut keterangan warga Gunung Gede saat korban disetubuhi oleh oknum Linmas tersebut. Kebetulan di rumah sedang tidak ada siapapun hanya ada korban dan pelaku. Dirayunya korban oleh pelaku dengan iming iming bisa bekerja. Saat itulah memperkosa korban anak di bawah umur tersebut jadi korban bejat oknum Linmas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga masyarakat Gunung Gede merasa geram terhadap oknum Linmas Desa dan merasa aneh karena kejadian sudah sebulan belum ditangkap pihak kepolisian. “Masyarakat minta Polres Lebak secepatnya menangkap pelaku dan diproses hukum kerana telah memperkosa anak di bawa umum dan ada kekhawatiran akan ada korban selanjutnya, “ujar seorang warga.
Lebih lanjut awak media meminta keterangan Kepala Desa Gunung Gede Samsudin S.Pd membenarkan adanya kejadian pelecehan seksual terhadap anak usia 11 tahun di Kampung Huru Gading, Rabu siang. Menurut mengatakan, “Kades persoalan ini sudah dilaporkan ke Polres Lebak, “ujarnya.
“Namun pelaku saat ini kabur kemana, kata Samsudin Kepala Desa. Saya sudah meminta Kepolisian segera menindak tegas oknum Linmas yang telah mencemarkan Desa, “tegasnya.
Di tempat yang sama orang tua korban saat ditemui oleh awak media sedang sakit dan shok mendengar anaknya yang di perkosa oknum Linmas Desa yang tidak jauh tempat tinggal korban.
Orang tua korban menututkan, “Benar pak anak saya telah diperkosa oleh oknum Linmas. Saya juga dapat kabar itu dari istri Linmas langsung kaget dan langsung shok kaget hampir saja mengalami serangan jantung setelah mendengar berita itu. Padahal anak saya masih menempuh pendidikan di bangku SDN 1 Gunung baru saja duduk di kelas 6 dan usia 11 tahun,”ungkapnya.
Jurnalis | Dani Saeputra















