POLISI NEWS | SUKABUMI. Akibat sang ayah nambang dikawasan Perhutani Blok Cibuluh, Kecamatan Ciemas Jampang Kulon, Sukabumi bocah usia 2 tahun jadi terlantar dikutip dari tiktoker yang dikomen kurang lebih 600 ratus orang, Selasa (13/6/2023).
Masyarakat sambil menangis melihat tayangan media sosial tiktok, “Terlihat anak bocah yang sedang digendong sambil berbicara sang ibu bagaimana nasib anak saya yang masih kecil sedangkan ayahnya ditangkap Polres Sukabumi, anak saya jadi terlantar sudah sakit kurang lebih 3 Minggu, “ucapnya sambil menangis sang ibu anak bocah.
Dalam isi kolom komentar di tiktoker atas nama kang Dadang warga sambil singgung soal tambang emas Jampang Kulon dalam tulisannya, yang usaha besar didiamkan sedangkan orang susah ditangkapin jika Pemerintah mau menegakan hukum jangan dengdek Sahid harus merata tangkap satu tangkap semua jangan pandang bulu jangan pilih kasih.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau bos besar pada dibiarkan sedangkan rakyat kecil ditangkap, ini kebijakan pemerintah selalu berpihak ke pengusaha yang punya PT, mereka juga tidak punya izin penambangan tidak ditangkap, tapi warga pribumi malah ditangkap, padahal uang hasil penambangan buat beli susu dan menghidupkan anak istri,”ungkapnya.
Warga Jampang Kulon merasa tidak mendapatkan keadilan mengatakan, “Kami atas nama masyarakat asli Sukabumi pribumi kenapa yang jadi korban sedangkan bos besar tidak pernah kena hukum. Dimana keadilan aparat hukum yang diterapakan ke warga pribumi. Kalau mau bicara tambang ilegal memang betul rakyat hanya mampu nambang secara ilegal karena mau bikin surat perizinan bukanlah kelas kami, karena memakan biaya yang cukup besar, “tuturnya.
Pemerintah harus memikirkan kebijaksanaan apalagi seorang ayah bagi mereka ditangkap sedang mereka masih berusia 1 hingga 2 tahun. Di usia mereka masih dan terlantar tidak dapat nafkah dari seorang ayah.
“Saya yakin yang mati bunuh diri akibat tidak mampu menahan beban hidup akan semakin banyak. Akibat ibu mereka sudah murung setiap hari ngurung di dalam rumah jarang melihat keluar. Karena menahan kesedihan karena ayah ditahan oleh pihak Kepolisian dan sang ayah sudah tidak lagi membelikan susu dan makanan, “tutur warga Sukabumi Jawa Barat.
Jurnalis | Dani Saeputra
















