POLISI NEWS | LANGKAT. Kepala Desa Cempa Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Muhammad Saed beberkan kegiatan Bimtek ke Brastagi Hotel Sibayak.dalam kegiatan Bintek Outbound dalam setahun sudah dua kali kegiatan tersebut di laksanakan oleh Pemkab Langkat di Hotel Sibayak Kabupaten Karo.Kamis (18/5/2023) pukul 11.00 Wib
Pernyataan hal ini di jelaskan kepala Desa Cempa Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat M Saed, kepada awak media di ruang kantor Desa.pada hari Rabu (17/5/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurutnya.Bintek atau atau kegiatan Outbound tersebut dalam tahun ini sudah berlangsung dua kali acara tersebut yang di laksanakan di Hotel Sibayak Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara.ia juga menjelaskan kepada awak media di ruang kerjanya.
“Dalam tahun ini acara Outbound atau Bintek sudah terlaksanaka dua kali.setelah pencairan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) pertama kali di laksanakan ramai ramai kepala desa Outbound ke Hotel Sibayak Berastagi Kabupaten Karo sebanyak 240 Desa yang ada di Kabupaten Langkat dengan perorang menelan anggaran Rp 3500.000 per kepala selama 3 hari di Hotel Sibayak tersebut.
Kegiatan Outbound dan Bintek kepala desa di Hotel sibayak selama 3 hari di laksanakan sebelum di hari lebaran kemarin.
Nah baru -baru Ini juga di laksanakan kembali Bintek dan Outbound untuk perangkat desa seluruh kabupaten Langkat .sebanyak 240 desa.
Dari utusan perdesa ada sejumlah 3 orang sampai 4 orang untuk Outbound ke Berastagi berpariasi dengan nilai anggaran per orang Rp. 3500.000 kegiatan itu juga terlaksana selama 3 hari,”cetus Muhammad Saed kepala Desa Cempa.
Rudi Dalimunte masyarakat langkat mengatakan bahwa kegiata Bintek ataupun Outbound saat pencairan anggaran ADD/DD di Langkat dilaksanakan kegiatan di luar daerah hanyalah membuang – buang anggara Dana Desa yang.
Kegiatan Outbound yang dilaksanakan oleh 240 Desa se-Kabupaten Langkat dan pihak Pemkab Langkat saya menduga hanyalah membuang anggara dan saya menduga kegiatan tersebut hanyalah untuk mencari keuntungan pihak-pihak tertentu.
Jika kegiatan itu sangat dibutuhkan untuk pelatihan desa.kenapa kegiatan itu di buat di wilayah daerah sendiri. Gapai keluar daerah dan tanpa ada berita publikasi kegiatan tersebut, ada apa? Sementara kegiatan Bintek ataupun Outbound yang di laksanakan di Hotel Sibayak telah mengeluarkan anggaran Dana Desa se Kabupaten Langkat Rp 3 milyar lebih baru pencairan DD 40 % di Kabupaten Langkat ini.
” Malah kegiatan itu semata-mata saya menduga seperti sudah ajang bisnis bagi pihak pihak tertentu .ironisnya lagi tiap anggaran pencairan Dana Desa pasti dilaksanakan apa saja kegiatan itu yang Bintek ataupun namanya Outbound,”cetusnya
Sambungnya lagi, di tahun 2023 ini sudah terlaksana dua kali dilaksanakan di tempat yang sama Hotel Sibayak Berastagi Kabupaten Karo.
Jika Outbound kepala desa di hitung perkepala dikenakan biaya anggaran Rp 3.500.000 diperkalikan sebanyak 240 Desa se Kabupaten Langkat. ini berarti anggaran Dana Desa (DD) yang di kucurkan se – Kabupaten Langkat mengeluarkan anggaran mencapai Rp 840.000.000.
Belum lagi jika Outbound kaur Desa yang dikenakan biaya perorang juga menelan anggara perorang Rp.3500.000, diperkalikan sebanyak 4 orang perdesa hingga menelan anggaran total Rp 15 .000.000.
Nah jika di hitung Rp 15 juta perdesa yang dikeluarkan dan di perkalikan sebanyak 240 Desa yang ada di Kabupaten Langkat.
Maka anggaran Dana Desa se Kabupaten Langkat mengeluarkan anggaran DD di tahun 2023 ini dengan anggaran Rp 3.6 Milyar
Maka dari Outbound dan Bintek yang di biayai dari anggara Dana Desa di 2023 yang di kucurkan baru 40 % di Kabupaten Langkat ,Maka anggaran DD yang baru di kucurkan ke desa -desa 40% di tahun 2023 ini.Sudah di keluarkan untuk kegiatan tersebut menelan anggaran Rp 3.684.000.000.
Sementara sebanyak 240 Desa se Kabupaten Langkat infrastruktur di Langkat ini masih banyak yang perlu diperbaiki seperi drenase dan parit dan jalan-jalan yang ada di perdesaan masih banyak yang masih hancur, “cetusnya.


















