POLISI NEWS | LEBAK. Pembangunan rambat beton cor desa Lewidamar, Kecamatan Lewidamar diduga asal-asalan dan kualitas bangunan terkesan asal jadi telihat baru dibangun sudah retak-retak, Jumat (21/4/2023).
Hasil pantauan awak media jalan Kampung Margaluyu, Desa Lewidamar, Kecamatan Lewidamar ukuran panjang 500 m x 2.5 x 1.5 cm, dari hasil dicek lokasi ketebalan kurang dari pagu anggaran papan informasi, hal ini menjadi sorotan publik.
Sumber Dana Desa tahun 2023 menurut keterangan warga mengatakan, “Seharusnya pakai batu split ukuran 32 ini pakai 35 sehingga jalan tidak terlihat rata. Dan disinyalir bahan material yang digunakan tidak berkualitas yang nantinya rentan cepat rusak kami berharap kepada pemerintah segera memanggil pemborong jalan tersebut, “ujar seorang warga.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi tim pelaksana proyek tidak ada di tempat hanya ditemukan Kepala Desa namun tidak menceritakan tentang bangunan yang sedang dikerjakan oleh Desa Lewidamar. “Hanya saja bicara dengan nada alot kang nitif ya proyek pembangunan ini, “terangnya Kepala Desa Lewidamar.
Ditempat terpisah awak media konfirmasi kepada warga setempat menurut keterangan mengatakan, “Pembangunan rambat beton cor ini tidak sesuai spek
semen kurang dan menggunakan barang tidak berkualitas sehingga patut di pertanyakan oleh semua kalangan aktivis Lebak Banten, “ujarnya.
“Pembangunan jalan yang biaya anggaran dari negara jangan sampai ada indikasi yang kurang baik terhadap desa kami. Siapa pun Kepala Desanya tetap harus patuh pada keinginan masyarakat. Agar fungsi desa Lewidamar cepat tumbuh dan sukses, “terang warga.
Jurnalis Dani Saeputra










