Baru Dibangun Jembatan Penghubung 2 Desa Kembali Putus Diterjang luapan Sungai Cilaki

POLISI NEWS | LEBAK BANTEN. Warga Masyarakat Kp. Kumpai Sabrang Desa Cikarang dan warga Desa Maraya kini kembali tidak punya akses Jembatan, Pasalnya Jembatan yang baru saja dibangun secara swadaya masyarakat kini kembali putus akibat diterjang luapan sungai Cilaki.

Kondisi jembatan yang putus di Kp.Kumpai Sabrang barat Desa Cikarang yang mengubungkan dengan Desa Maraya, Lebak, Banten, Selasa (11/10/2022).

Hujan deras pada hari Selasa menyebabkan Sungai Cilaki meluap dan mengakibatkan terputusnya jembatan yang menghubungkan Desa Cikarang dan Desa Maraya Kecamatan Sajira.

Muhammad Atippudin, warga Desa Maraya kepada awak media mengungkapkan, sebelum kejadian, wilayah Desa Cikarang serta Maraya diguyur hujan deras. Hal itu mengakibatkan debit air di Sungai Cilaki mengalami peningkatan.dari sebelumnya.

“Tidak hanya debitnya yang mengalami peningkatan, arusnya pun cukup kencang. Jembatan penghubung Cikarang-Maraya di atas sungai itupun ambrol,”ujarnya.

Masih menurutnya, Untuk Tebing Sungai dan Tebing penyanggah banyak yang ambrol dan belum diketahui jumlahnya.” ungkapnya

Diketahui Jembatan tersebut akses Pengubung dua Desa, yang biasa digunakan warga untuk menyeberangi sungai dan mengantar anak sekolah dan mengaji, Jembatan tersebut juga menjadi akses warga mengangkut hasil bumi

Dengan kondisi demikian, Karena Jembatan tersebut sangat penting untuk akses warga,dan warga berharap Pemerintah terkait segera melakukan Pembangunan jembatan secara permanen dan kokoh guna lebih kuat saat diterjang luapan sungai.

“Kami sangat berharap kepada Pemerintah untuk segera membangun Jembatan yang putus karena jembatan itu akses sangat Penting, terlebih Jembatan yang menghubungkan desa Maraya dan Desa Cikarang yang berada dikampung kp.kumpai Sabrang Barat, Kami minta Pemerintah membangun Jembatan yang Permanen dan kokoh agar kuat saat diterjang luapan air, sebab Jembatan dikawasan ini sudah sering kali putus akibat luapan sungai cilaki.”kata Muhammad Atip.

Jurnalis | Dani Saeputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *