Motivasi Pagi
Oleh:
Muhammad Syarifudin Al Tumaritis
Sejak jaman kakek ku.
Sejak jaman nenek ku.
Sejak itu kegagahan nya telah menggema.
Sejak itu kehebatan telah begitu amat perkasa.
Aku memang tak terlahir dikala dentuman meriam terdengar dan aku memang tak terlahir saat si kuning runcing terhunus.
Tapi aku terlahir ditanah penuh perjuangan dan pengorbanan yang bukan hanya sekedar air mata dan kata-kata belaka.
Tanah ini adalah sebuah pusaka yang harus di jaga kesakralannya, negri ini adalah sebuah permata yang harus dijaga kemurnian nya, negara ini adalah sebuah negara yang pernah mengguncang dunia dan pasti akan kembali mengguncang dunia.
Saudaraku sebangsa dan setanah air.
Saudara ku dari Sabang sampai mauroke.
Lihat betapa gagah sang pusaka merah putih berkibar tertiup semilir angin yang begitu damai di negri ini.
Lihat betapa kokoh sang Garuda yang selalu di rongrong,tapi ia kesaktian nya,kehebatan nya,kekuatan nya,kesatuan nya mampu menjadi simbol tak tergantikan di negri ini.
Di situlah doa dan harapan para ulama,pahlawan dan seluruh tokoh dan rakyat Indonesia.
Kita pasti mampu menggenggam erat tangan saudara kita, kita masih mampu bersatu dalam semangat kegotong-royongan, kita pasti mampu mematah kan leher para penghianat negri dan menyapu bersih musuh bangsa.
Wahai saudaraku.
Kita memang tak terlahir dari darah yang sama, tapi ingatlah kita terlahir di atas tanah yang pernah basah oleh darah pahlawan yang sama.
Ini tanah kita.
Ini negri kita.
Merah putih adalah pusaka kita.
Pancasila adalah persatuan kita yang kokoh dan tak dapat digantikan.
Selamat kelahiran Pancasila 1 Juni 2022




















