Sarat Risiko Keselamatan, Praktik Tiket Non-Seat Pelni Sorong Menuai Kecaman

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

POLISI NEWS | SORONG. Praktik penjualan tiket tanpa tempat duduk (non-seat) oleh PT Pelni memicu sorotan publik di Sorong. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kapasitas angkut kapal, jaminan keselamatan, kenyamanan penumpang, hingga efektivitas pengawasan oleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Senin (28/09/2026).

Permasalahan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2015 yang mengatur standar pelayanan, keselamatan, kenyamanan, serta pengawasan penyelenggaraan angkutan penumpang laut.

Salah seorang penumpang yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa fasilitas tempat tidur di kapal sudah tidak tersedia, namun pihak Pelni tetap membuka penjualan tiket non-seat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk saat ini tiket seat/tempat tidur KM Gunung Dempo sudah habis, tapi Pelni masih menjual tiket non-seat,” ujar penumpang tersebut kepada awak media.

Kondisi ini memicu pertanyaan mendasar di tengah masyarakat: atas dasar apa tiket tambahan tetap dijual ketika fasilitas tempat tidur telah penuh? Selain itu, publik mempertanyakan apakah jumlah penumpang non-seat tersebut masih berada dalam batas kapasitas resmi yang diizinkan dan tercatat secara sah dalam manifes kapal.

Aspek keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama. Penumpang tanpa tempat tidur berpotensi menempati area koridor atau ruang terbuka yang dapat menyulitkan alur evakuasi serta menghambat akses terhadap peralatan keselamatan saat terjadi keadaan darurat.

Di sisi lain, peran pengawasan KSOP sebagai otoritas pelabuhan turut disorot. Sebagai lembaga yang bertugas memastikan kelaiklautan dan keselamatan kapal, publik mendesak KSOP memberikan kejelasan terkait sejauh mana pengawasan dilakukan, kepastian pencatatan seluruh penumpang dalam manifes, serta kesesuaian jumlah penumpang dengan kapasitas maksimum kapal.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya mengonfirmasi Kepala Operasional PT Pelni melalui pesan singkat, namun belum mendapatkan tanggapan atau penjelasan resmi.

Baca Juga:  Dapat Nomor Urut 2, Calon Kades Waringinjaya Dirman Optimis Menang Bersama Warga

Masyarakat berharap PT Pelni dan KSOP segera memberikan klarifikasi secara terbuka dan transparan mengenai dasar hukum penjualan tiket non-seat, batas toleransi kapasitas, mekanisme pencatatan manifes, serta langkah pengawasan di lapangan. Keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang dinilai wajib menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran.

• Arpp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KKB Mulai Turun Gunung: Kesadaran Hakiki atau Sekadar Taktik Pragmatis?
4 Anggota OPM Menyerah dan Serahkan Senjata Firepower: Saatnya Sadar dan Pulang!
GPPN Puji Komitmen Kapolri: Sinergi Ulama dan Polri Strategis Jaga Keutuhan NKRI
FRIC Diberi Kepercayaan Istana untuk Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks dan Kawal Kebijakan Pemerintah
IAWP 2026 Kembali Digelar di Indonesia, Nasky Sebut Reputasi Polri Makin Diakui Dunia
Pengurus Persatuan Wartawan Teluk Aru Diresmikan, Rahmanto Pimpin PRATU Periode 2026–2029
Peringati Maulid Nabi, Desa Kurungan Nyawa Gelar Gema Syiar Rabiul Akhir
Gelar Pilkades Digital 2026–2034, Pemdes Segaran Gandeng DPMD dan Tiga Baka Calon
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:40 WIB

Sarat Risiko Keselamatan, Praktik Tiket Non-Seat Pelni Sorong Menuai Kecaman

Senin, 28 September 2026 - 07:36 WIB

KKB Mulai Turun Gunung: Kesadaran Hakiki atau Sekadar Taktik Pragmatis?

Senin, 28 September 2026 - 07:17 WIB

4 Anggota OPM Menyerah dan Serahkan Senjata Firepower: Saatnya Sadar dan Pulang!

Minggu, 27 September 2026 - 17:35 WIB

GPPN Puji Komitmen Kapolri: Sinergi Ulama dan Polri Strategis Jaga Keutuhan NKRI

Sabtu, 26 September 2026 - 08:23 WIB

FRIC Diberi Kepercayaan Istana untuk Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks dan Kawal Kebijakan Pemerintah

Berita Terbaru

Mabes Polri

Cegah C3 dan Balap Liar, Polres Langkat Perkuat Patroli Dini Hari

Senin, 28 Sep 2026 - 18:29 WIB