Dugaan Pungli Warnai Penyaluran Bansos di Kelurahan Kenanga Cirebon, Puskesos Bantah Terima Setoran

POLISI NEWS.com| CIREBON – Penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng kepada warga Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, diduga diwarnai praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum Ketua RT. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan diminta menyerahkan uang sebesar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 saat proses pembagian bantuan berlangsung.

Dalam program yang dilaksanakan Pemerintah Kelurahan Kenanga di bawah kepemimpinan Lurah Andi Eka Risfananda, sebanyak 1.105 KPM menerima dua karung beras (masing-masing 10 kg) dan empat liter minyak goreng.

Seorang penerima manfaat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku dipungut biaya tersebut. Isu yang beredar menyebutkan dana hasil pungutan disetorkan ke Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos).

Menanggapi hal itu, Iwan selaku fasilitator penyaluran bantuan membenarkan adanya pungutan oleh sebagian oknum RT, namun membantah keras keterlibatan Puskesos.

“Memang ada beberapa RT yang meminta biaya dengan alasan kebutuhan program lingkungan seperti pemeliharaan fasilitas atau pembelian kain kafan.

Namun, informasi bahwa uang tersebut diberikan kepada pihak Puskesos tidak benar,” ujar Iwan saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu (20/6/2026).

Koordinator Puskesos Kelurahan Kenanga, Edi, juga membantah tuduhan serupa. Saat ditemui Senin (22/6/2026), Edi menyatakan baru mengetahui dugaan pungutan tersebut dari media dan belum menerima setoran apa pun.

“Saya akan berkoordinasi dengan Pak Lurah terkait hal ini. Kemungkinan seluruh RT akan dipanggil untuk membahas permasalahan tersebut dalam rapat,” kata Edi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kelurahan Kenanga belum memberikan keterangan resmi mengenai tindak lanjut terhadap dugaan pungli tersebut.

Masyarakat berharap adanya klarifikasi dan evaluasi agar penyaluran bansos berjalan sesuai aturan tanpa pungutan dalam bentuk apa pun.

• Toto S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *