KPA–PA Sagoe Idi Cut Desak Polisi Tangkap Pemilik Akun TikTok yang Cemarkan Nama Baik GAM

POLISI NEWS | IDI CUT. Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Idi Cut, Syarkawi, yang akrab disapa Tuan Tanah, mengeluarkan pernyataan tegas mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera menangkap pemilik akun TikTok yang diduga menyebarkan fitnah dan mencemarkan nama baik Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Syarkawi menyebut akun TikTok @kanaya berita Aceh telah mempublikasikan narasi provokatif dan menyesatkan dengan menuding “GAM mita jatah” (GAM meminta jatah) dari bantuan banjir. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak berdasar dan merusak citra GAM maupun KPA.

“Saya ingatkan agar akun-akun TikTok yang memfitnah pihak GAM ‘mita jatah’ segera menghentikan aksinya. Kami meminta APH menangkap oknum yang telah membuat keresahan dan mencemarkan nama baik GAM agar masalah ini tidak semakin membesar,” tegas Syarkawi melalui sambungan telepon kepada awak media.

Pernyataan ini juga mendapat dukungan dari Nazir Aneuk Tuloet, salah satu pihak yang ikut terseret dalam video yang dipersoalkan. Nazir mengaku bahwa unggahan akun tersebut telah merugikan pihaknya secara moral dan membuat masyarakat salah paham terhadap peran GAM.

“Kami merasa dirugikan oleh oknum akun TikTok yang mengiring opini seolah-olah pihak kami meminta jatah. Ini jelas fitnah dan menimbulkan keresahan. Kami mendesak APH segera menangkap pemilik akun tersebut,” ujar Nazir.

Nazir memberikan klarifikasi terkait video yang beredar luas. Ia menegaskan bahwa tidak ada permintaan jatah seperti yang dituduhkan. Kehadiran mereka di lokasi hanyalah untuk menjalankan tugas kemanusiaan sesuai perintah atasan.

“Video itu benar ada. Tapi bukan untuk meminta jatah. Kami dari Satgas Azan menerima perintah dari atasan untuk merapat ke kapal yang berada di laut. Kami menggunakan boat nelayan untuk mengambil bantuan bagi masyarakat terdampak banjir,” jelas Nazir.

KPA Sagoe Idi Cut berharap aparat hukum bertindak cepat untuk mencegah meluasnya fitnah serupa dan menjaga stabilitas serta ketertiban di Aceh.

Jurnalis | Khairul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *