POLISI NEWS | SUMENEP. Kondisi infrastruktur jalan di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan tajam. Dari pantauan media Polisinews.com di lapangan ini, Ahad (11/10/2026).
Jalur penghubung antardesa di Kecamatan Raas, tepatnya di perbatasan antara Desa Karang Nangka dan Desa Kropo, hingga kini dalam kondisi rusak berat dan disinyalir tidak pernah tersentuh perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR)
Jeritan Warga di Wilayah Perbatasan
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian, pendidikan, dan mobilitas harian warga di kedua desa tersebut kini tak ubahnya jalur berbahaya. Lubang-lubang besar yang menganga serta permukaan jalan yang terkelupas tak hanya memperlambat laju kendaraan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan setiap harinya.
“Kami seperti dianaktirikan. Jalan ini adalah akses utama warga membawa hasil bumi dan anak-anak pergi sekolah, tetapi bertahun-tahun dibiarkan hancur tanpa ada iktikad baik untuk diperbaiki,” tegas salah seorang warga setempat.
Ketimpangan Pembangunan Kepulauan dan Daratan
Sikap pasif Dinas PUPR Sumenep ini makin mempertegas tudingan publik mengenai ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan. Meskipun anggaran infrastruktur dialokasikan setiap tahun anggaran, azas keadilan pembangunan belum dirasakan secara merata oleh masyarakat Pulau Raas.
Pemerintah daerah dan Dinas PUPR Sumenep didesak untuk tidak hanya menutup mata dan bertumpu pada janji manis belaka. Evaluasi menyeluruh terhadap prioritas anggaran perbaikan jalan sangat mendesak agar keselamatan serta kesejahteraan warga di perbatasan Desa Karang Nangka dan Karopo tidak terus dikorbankan.
• Makkinullah
















