POLISINEWS.com | JAKARTA. Brigadir Jenderal Polisi Dr. Hengki Haryadi resmi dilantik sebagai Kapolda Papua Barat Daya berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026. Sosok yang dikenal tegas, tak kenal kompromi, dan berhasil menjerat preman terkenal Hercules hingga tiga kali dipenjara kini dipercaya memimpin keamanan di wilayah Papua Barat Daya.
Profil & Rekam Jejak Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Lahir di Palembang, 16 Oktober 1974, Hengki lulus Taruna Nusantara (1993) dan Akpol (1996). Ia dikenal sebagai momok premanisme sejak menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya, berani menjerat Hercules (Rosario de Marshall) hingga tiga kali ditahan.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
“Negara tidak boleh kalah dengan premanisme. Semakin melawan, semakin kita tabrak,” tegas Hengki.
Selain Hercules, sederet kasus besar berhasil diungkapnya:
- 2018: Tangkap aktor Steve Emmanuel (kasus narkoba)
- 2021: Tangkap Ardi Bakrie & Nia Ramadhani (kasus narkotika)
- 2022: Tangkap pemimpin ormas Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja, serta empat pejabat BPN dalam kasus mafia tanah
- Mengungkap jaringan penyelundupan sabu asal AS dengan modus bungkus kopi
JejakKarirPanjang & Beragam
Karirnya dimulai 1997 di Polres Dili, menjabat berbagai posisi dari Kasat Lantas, Kapolsek, Kapolres, hingga Dirreskrimum Polda Metro Jaya dan terakhir Wakapolda Riau sebelum menjabat Kapolda Papua Barat Daya.
Harapan Masyarakat Papua Barat Daya
Dengan rekam jejak ketegasan dan penegakan hukum tanpa pandang bulu, masyarakat Papua Barat Daya menantikan kinerjanya untuk memperkuat keamanan, menindak tegas pelanggaran hukum, dan menjaga Kamtibmas yang kondusif. Serah terima jabatan dijadwalkan 2 September 2026 di Mabes Polri.
• Arpp















