POLISI NEWS| BANDA ACEH – Pengamat ekonomi-politik Aceh Aminul Mukminin Sekedang (Bung Aseng) membantah isu negatif terkait penyaluran bantuan Baitul Mal Aceh. Ia menegaskan bahwa program rehabilitasi-rekonstruksi pasca-banjir di 18 kabupaten/kota telah berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran, dengan 7.200 penerima manfaat yang mayoritas merupakan korban bencana.
“Secara aturan sudah sangat baik diaplikasikan, tidak ada prosedur yang dilanggar atau dikangkangi,” ujar Bung Aseng di Banda Aceh, Senin (3/8/2026).
Ia menekankan bahwa bantuan berbasis dana infaq ini fokus pada pemulihan ekonomi rakyat melalui penambahan modal usaha UMKM, sehingga masyarakat dapat kembali mencari nafkah sesuai keahlian tanpa bergantung pada bantuan jangka panjang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi polemik yang berkembang, Bung Aseng menilai sebagian aktivis dan pemerhati politik justru menjual keresahan untuk kepentingan politis. “Yang diduga bermain bukan pihak Baitul Mal Aceh. Sangat disayangkan ada yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat tetapi argumennya terlalu politis, seolah ingin mengambil kesempatan dari situasi ini,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat Aceh kini semakin cerdas dan kritis dalam memverifikasi informasi sebelum menyimpulkan. Sinergi antara Baitul Mal Aceh dan pemerintah daerah dalam percepatan rehab-rekon harus didukung dengan data faktual, bukan narasi spekulatif yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi warga terdampak banjir.
• Tim Jurnalis














