MILITER NEWS | JAYAPURA. Komando Daerah Maritim (Kodaeral) X berhasil mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) warga negara Turki yang mengalami radang usus buntu akut di atas Kapal Star Altair, Sabtu (11/7/2026).
Operasi medical evacuation (medevac) ini melibatkan sinergi lintas instansi dan berlangsung selama 70 menit, mulai pukul 11.00 hingga 12.10 WIT.
Menindaklanjuti laporan darurat medis, personel Kodaeral X bersama Bea Cukai, Balai Karantina Kesehatan (BKK), dan PT Pelni bergerak menggunakan Sea Rider dari Dermaga Satrol menuju kapal tujuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah evakuasi selesai, pasien bernama Gulbagi Emre (30) menjalani pemeriksaan barang bawaan oleh Bea Cukai sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Provita Jayapura menggunakan ambulans BKK dengan pendampingan agen kapal.
Komandan Kodaeral X Mayjen TNI (Mar) Sugianto menegaskan bahwa operasi ini membuktikan kesiapsiagaan dan komitmen kemanusiaan tanpa memandang kewarganegaraan. “Sinergi antarinstansi menjadi kunci pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional demi keselamatan jiwa di laut,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut turut hadir Dandenintel Kodaeral X Kolonel Marinir Totok Ferry M., Kapten Laut (K) dr. M. Haniv Al Rasyid, Pasiops Satrol Kapten Laut (P) Erwin Sidarta, perwakilan Imigrasi, Kepala Operasional PT Pelni Faisal, Koordinator Bea Cukai Yusuf Bove, serta pejabat KSOP Jayapura.
Keberhasilan medevac ini mencerminkan efektivitas koordinasi dalam menjamin keselamatan pelayaran dan pelayanan kesehatan darurat di wilayah perairan Papua.
• Ahmad Darowi














