Yahya Boh Kaye Mengamuk di SPBU Idi, Petugas Hampir Dipukul Besi Pengukur: Warga Geram di Tengah Musibah Banjir

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLISI NEWS | ACEH TIMUR. Situasi memanas terjadi di SPBU Idi Rayeuk pada Minggu sore (31/11/2025) ketika Yahya Boh Kaye, tokoh masyarakat Tanoh Anoe sekaligus mantan anggota DPRK Aceh Timur, mengamuk karena layanan pengisian BBM tak kunjung dibuka di tengah kondisi darurat banjir. Dalam insiden itu, seorang petugas SPBU bahkan hampir terkena pukulan menggunakan besi pengukur minyak saat ketegangan memuncak.

SPBU Tutup Berjam-jam, Warga Kelaparan dan Terjebak Banjir

‎Keributan bermula sekitar pukul 15.00 WIB ketika ratusan warga mendatangi SPBU untuk memperoleh BBM, kebutuhan vital di tengah banjir. Namun pintu layanan tidak dibuka selama berjam-jam, membuat warga semakin geram karena kelaparan, kelelahan, dan keterbatasan logistik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Melihat situasi yang memanas, Yahya Boh Kaye turun langsung ke lokasi dan mempertanyakan alasan SPBU menutup layanan saat masyarakat berada dalam kondisi darurat.

‎“ Masyarakat sedang susah, sedang ditimpa musibah. Mengapa SPBU tidak membuka layanan? Ada apa sebenarnya?” tegas Yahya di hadapan warga.

‎Saksi mata menyebutkan, saat emosi warga memuncak, seorang petugas SPBU hampir terkena pukulan menggunakan besi pengukur minyak karena dianggap mengabaikan kebutuhan masyarakat.

‎Petugas Klaim BBM Kosong, Yahya Minta Tangki Dibuka

Sebelum keributan memanas, pihak SPBU mengaku stok BBM kosong sehingga mereka tidak bisa membuka layanan. Namun Yahya tidak langsung percaya dan meminta agar tangki utama dibuka untuk pengecekan.

‎Pengecekan dilakukan menggunakan besi pengukur di depan warga — dan hasilnya mengejutkan.

‎Stok BBM ternyata masih ada.

‎Temuan itu langsung memicu kemarahan warga yang menduga SPBU sengaja menahan distribusi BBM pada saat masyarakat sedang berjuang menyelamatkan diri dari banjir.

‎SPBU Akhirnya Dibuka Setelah 1 Jam Ketegangan

‎Setelah tekanan keras dari warga serta desakan langsung dari Yahya Boh Kaye, sekitar pukul 16.00 WIB SPBU akhirnya membuka layanan. Warga langsung memadati lokasi untuk mengisi BBM, sementara sebagian lainnya berteriak meminta pemerintah turun tangan dan menindak tegas SPBU yang diduga bermain curang.

Baca Juga:  Polsek Rundeng Polres Subulussalam Mediasi Damai Terduga Pelaku Pembobolan Sekolah SD

‎Kesaksian Hendrika Saputra, “Rakyat Kelaparan, Listrik Mati, Minyak Tidak Ada”

‎Hendrika Saputra, warga sekaligus penyintas tsunami Aceh 2004, menyesalkan sikap SPBU yang dianggap tidak manusiawi.

‎“ Warga sangat menderita. Rakyat kelaparan, listrik mati, minyak tidak ada di sejumlah SPBU. Padahal SPBU Idi Rayeuk ada stok, tetapi tidak diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

‎‎Ia menilai tindakan SPBU memperburuk penderitaan warga yang harus bertahan dalam gelap gulita tanpa listrik dan minim pasokan logistik.

‎Warga Hampir Mengamuk Massal

‎Suasana sempat semakin memanas dengan teriakan warga yang mengancam akan membakar SPBU jika layanan tetap tidak dibuka. Untungnya ketegangan mereda setelah SPBU resmi beroperasi.

‎Yahya menegaskan bahwa tindakannya murni demi kepentingan masyarakat.

‎“Ini panggilan jiwa. Kalau masyarakat susah, kita tidak boleh diam,” ujarnya.

‎‎Fitrah Saputra, salah satu warga, turut mengucapkan terima kasih atas langkah cepat Yahya yang membantu warga mendapatkan BBM.

Yahya Akan Datangi SPBU Lain di Aceh Timu

‎Usai kejadian di Idi Rayeuk, Yahya menyatakan akan mendatangi SPBU lain di Aceh Timur untuk memastikan tidak ada SPBU yang mempermainkan stok BBM di tengah bencana.

‎Ia meminta pemerintah daerah, Pertamina, serta aparat penegak hukum untuk menindak tegas SPBU yang terbukti menahan distribusi BBM.

‎Selain itu, Yahya Boh Kaye juga turun langsung berkoordinasi dengan pihak SPBU Seuneubok Punteut, Kecamatan Idi Timur, untuk memastikan pelayanan kembali normal. Ia bahkan menurunkan tim PLN guna memperbaiki genset SPBU yang rusak agar masyarakat segera mendapatkan akses BBM.

‎” Kita ingin memastikan semua SPBU berjalan normal agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan cepat,” ujar Yahya.

‎Jurnalis|khairul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IAWP 2026 Kembali Digelar di Indonesia, Nasky Sebut Reputasi Polri Makin Diakui Dunia
Pengurus Persatuan Wartawan Teluk Aru Diresmikan, Rahmanto Pimpin PRATU Periode 2026–2029
Peringati Maulid Nabi, Desa Kurungan Nyawa Gelar Gema Syiar Rabiul Akhir
Gelar Pilkades Digital 2026–2034, Pemdes Segaran Gandeng DPMD dan Tiga Baka Calon
Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Merampas Hak Warga atas Udara Bersih
FRIC Tegaskan Komitmen Jadi Mitra Strategis Polri dan Pengawal Keadilan
Praktisi Hukum Kecam Aksi Koboi Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya
Wujudkan Solidaritas, PUK SPAMK FSPMI PT Suzuki Indomobil Motor Galang Bantuan Korban Gempa NTT
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:57 WIB

IAWP 2026 Kembali Digelar di Indonesia, Nasky Sebut Reputasi Polri Makin Diakui Dunia

Minggu, 20 September 2026 - 19:40 WIB

Pengurus Persatuan Wartawan Teluk Aru Diresmikan, Rahmanto Pimpin PRATU Periode 2026–2029

Minggu, 20 September 2026 - 11:08 WIB

Peringati Maulid Nabi, Desa Kurungan Nyawa Gelar Gema Syiar Rabiul Akhir

Kamis, 17 September 2026 - 18:32 WIB

Gelar Pilkades Digital 2026–2034, Pemdes Segaran Gandeng DPMD dan Tiga Baka Calon

Minggu, 13 September 2026 - 11:36 WIB

Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Merampas Hak Warga atas Udara Bersih

Berita Terbaru