POLiSI NEWS | LANGKAT. Kacabjari Pangakalan Brandan segera turun dan pantau pembangunan proyek tiga titik lokal sekolah di Desa Perlis Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Diduga kualitas pengerjaan asal asalan karena bahan yang dipakai tidak sesuai standar SNI dan memakai bahan BL.
Kami sebagai media melalukan sosial kontrol ke TKP dan melihat langsung tentang pembangunan Ruang lokal Sekolah tersebut. Namun pihak sekolah ingin dikonfirmasi belum bisa ditemui di karenakan Masih hari libur .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut salah ok seorang warga Pangkalan Brandan yang tak ingin di sebutkan namanya, mengatakan pembangunan itu di ragukan kualitasnya dikarenakan pihak Pimvro tidak menggunakan besi ulir SNI, melainkan besi BL biasa,
Kata salah seorang pekerja badan kurus tinggi yang berada di TKP mengatakan, “Kami tidak tau bang kami cuma pekerja, lagi pula besi ulir payah sekarang bang, “ungkap nya.
Ketika ditanya soal pekerja dari mana semua? dan ia mengatakan pada awak media dari Gebang dan Kota Binjai ada juga dari Perlis dua orang dan sisanya bekerja melansir material untuk pembangunan sekolah.
Hasil pantauan awak media online Polisinews dan media Waspada di TKP, Ahad 24 Agustus 2025, tidak terlihat plang proyek di lokasi sekolah, atau belum dipasang pihak Pimpro, proyek dari mana? Kita tidak tau berapa volume anggarannya, apakah dari Pemerintah Pusat atau dari Pemerintah Provinsi Sumut atau pun dari Kabupaten Langkat? Di;lokasi terlihat ada tiga titik bangunan sekolah yang masih di kerjakan.
Warga mengatakan sebagian pekerjanya pulang ke Binjai dan Gebang, besok kembali lagi.
Kacabjari Pangakalan Brandan di minta segera mengawasi Proyek Pemerintah di Desa Perlis dugaan kualitasnya, diragukan.
Jurnalis| Muslim Yusuf














