Aktivis Banten Dani Saeputra Laporkan Penggunaan Dana Bos Seluruh Provinsi Banten Ke Kejaksaan Agung 

POLISI NEWS | JAKARTA, Aktivis Banten Dani Saeputra kembali melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran dana BOS di seluruh wilayah Provinsi Banten kepada Kejaksaan Agung RI, Senin (18/11/2024). Hal tersebut disampaikan kepada awak media usai memberikan berkas laporan.

“Kami bersama tim sudah memberikan semua berkas kepada pihak Kejaksaan Agung, dan Alhamdulillah sudah diterima dengan baik. Kita tinggal menunggu informasi selanjutnya,”kata Dani Saeputra.

Kata Dani yang juga sebagai Sekjen Forum Wartawan Solid (FWS) mengatakan, berkas laporan bersama tim tersebut hasil kajian dari data yang telah dikumpulkan oleh tim.

“Sebelumnya kami telah melakukan pengumpulan data dan setelah itu kami kaji secara bersama-sama. Atas dasar data secara fakta itu, kami menduga adanya dugaan penyelewengan terhadap anggaran dana bos,”ujar Dani.

Lanjut Dani, dirinya saat ini memfokuskan investigasi, pengumpulan data serta melakukan kajian terhadap penggunaan anggaran dana BOS, lantaran atas dasar kepeduliannya bersama tim terhadap dunia pendidikan yang ada di Provinsi Banten.

“Kami tidak mau dunia pendidikan di cedrai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atas anggaran dana BOS yang mana untuk dunia pendidikan. Kami harus ikut serta melakukan kontrol sesuai foksi kita, agar anggaran tersebut tepat sasaran. Sehingga masa depan anak bangsa tidak terhambat oleh buruknya pengelolaan anggaran dana BOS,”ujar Dani.

Untuk itu, Dani beharap Kejaksaan Agung segera melalukan penelahaan terhadap laporannya agar penegakan hukum di Indonesia khusus di Banten berjalan sesuai diharapkan. Dengan tujuan, kata ia, untuk menyelamatkan uang negara yang digelontorkan untuk dana BOS khususnya di Provinsi Banten.

“Berkas laporan hasil investigasi di lapangan, di Provisi Banten ini patut di audit oleh pihak penegak hukum dan harus segara dilakukan pemeriksaan. Karena di Provinsi Banten ini yang saya temukan rata- rata hasil SPJ-nya membengkak namun pelaksanaan di bawah masih terlihat kumuh,”tandasnya

Jurnalis | M. Juhri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *