19 Aktivis KNPB Kabupaten Tambrauw Papua Barat Daya Diamankan

POLISI NEWS | PAPUA BARAT DAYA. Polisi yang dibantu TNI melakukan penagkapan pada 19 aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Mereka diamankan saat mengumumkan atau memproklamasikan kemerdekaannya, Sabtu (10/6/2023).

“Iya benar kami amankan 19 aktivis,” ujar Kapolda Papua Barat Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga kepada media.

Mereka diamankan di kampung Sarwom, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw pada Jumat (9/6) sekitar pukul 16.00 WIT. Awalnya, para aktivis KNPB sedang memproklamirkan berdirinya KNPB kemudian lanjut mereka melanjutkan dengan memproklamasikan kemerdekaan. Kapolda Papua Barat menyampaikan aktivitas organisasi tersebut sudah diintai sejak lama. Dan pada akhirnya, belasan aktivis tersebut diamankan oleh aparat gabungan Polri dan TNI.

“Penangkapan dilakukan saat mereka memproklamasikan berdirinya KNPB dan memproklamirkan kemerdekaan. Mereka sempat melakukan perlawanan, namun jumlah kita lebih banyak karena di-back up oleh TNI,” ungkapnya.

Kapolda Papua Barat Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga juga menerangkan pihaknya juga mengamankan bendera KNPB, pakaian bercorak militer KNPB, panah dan parang serta struktur organisasi. Selain itu, pihaknya tengah melakukan penyelidikan awal.

“Ini masih pemeriksaan awal. Kami juga akan dalami apakah mereka juga terlibat dalam penyerangan Kisor maupun pemberontakan lainnya. Polda Papua Barat masih menteliti dengan hati-hati dan terukur, karena tidak gampang, biasanya nama mereka berubah-ubah dan orangnya hampir mirip satu dengan yang lain,”terangnya

Adapun daftar nama anggota KNPB asal Tambrauw yang diamankan oleh aparat gabungan, Yerimias Yesnat (43), Wenan Yeblo (22), Daut Yesnat (24), Kariopas Yesnat (46), Agus Yesnat (27), Ateng Yekwam (18), Ruben Yekwam (25), Niko Yekwam (47), Simson YesYan (47), Wilem Yekwam (25), Matius Sufi (23), Paulus Sufi (18), Lukas Yesnat (27), Lambertus akamuri (23), Apolos akamuri (27), Roman Sufi (15), Yokobus bame (43), Lusi Sufi (25), Stefanus Sufi (31) asal Kampung Asiti, Distrik Kebar.

Kapolda Papua Barat Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga menilai Kamtibmas wilayah Kabupaten Tambrauw selama ini aman-aman saja tetapi masyarakat mudah terprovokasi dan terpengaruh oleh ajakan tidak benar dari kelompok tersebut.

“Kapolda menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak terpengaruh karena pemerintahan sudah berjalan dengan baik mau apa lagi,”pungkasnya.

Jurnalis | Agung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *