POLISI NEWS | LEBAK. Beredar video pengakuan orang tua murid di SMPN 5 Satap Cimarga yang mengaku tidak menerima bantuan dari tahun 2021 hingga 2022. Wali murid meminta Tripikor segera turun tangan atas beredar video tersebut, Jumat (24/3/2023).
Aktivis peduli Pendidikan Kab Lebak Banten meminta Tripikor wilayah Lebak Banten agar segera menindak tegas oknum sekolah. Karena dana PIP sangat penting bagi siswa untuk kebutuhan biaya pendidikanmereka.
Saat ini para pelaku masih beduduk manis di masing masing kantor setelah menggelapkan beberapa hak siswa siswi SMPN 5 Satap Cimarga ada apa dengan Gakum wilayah Lebak Banten
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan ada pengakuan dari wali murid yang merasa diugikan karena tidak menerima bantuan tersebut meminta kepada wartawan agar namanya dirahasiakan. Menurutnya ia pernah diintimidasi oleh pihak sekolah SMPN 5 Satap Cimarga, mengatakan, “Sekali lagi kamu banyak omong akan menerima akibatnya,” kata orang tua murid.
“Ucapan pihak Sekolah SMPN 5 Satap Cimarga sampai bicara yang kurang enak didengar kepada orang tua walimurid,” tutur sumber lagi
Menurut kami ucapan pihak sekolah kepada orang tua siswa tidak etis.Seharus kami yangbicara keras pada pihak sekolah bukan malah sebaliknya. Karena anak kami dirugikan karena dana PIP tidka diterima mlah diintimidasi, “tegas orangtua murid.
Kapolres Lebak agar segera turun tangan untuk menyelidiki kasus penggelapan program Indonesia pintar (PIP) dari tahun 2021 hingga 2022. dan menindak tegas para oknum sekolah SMPN 5 Satap Cimarga.
Dinas Pendidikan Kab. Lebak seger memanggil Kepala Sekolah bersama guru guru yang telah merugikan siswa siswi yang hanya dijadikan modal untuk menipu dengan mengkorupsi 103 orang yang tidak mendap bantuan PIP. “Seharus dana tersebut sudah dibagikan kepada siswa siswi tapi nyata digelapkan oleh pihak sekolah SMPN 5 satap Cimarga, “tutup orangtua murid
Jurnalis | Dani Saeputra














