POLISI NEWS | LEBAK. Adanya dugaan kecurangan hasil penilaian calon peserta panitia pemilihan kecamatan (PPK) Kecamatan Muncang oleh tim panitia seleksi (pansel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak, dikritisi Ormas dan LSM di Kabupaten Lebak. Hal ini terjadi lantaran ada dugaan kecurangan dalam penetapan peserta yang lolos dalam seleksi, padahal peringkat yang diperoleh lebih rendah jika dibandingkan peserta yang dinyatakan tidak lolos dalam seleksi PPK tersebut.
” Jika saya lihat berdasarkan perolehan nilai akhir itu, ada beberapa peserta yang perolehan nilainya sangat bagus tetapi tidak lolos, sementara yang memperoleh nilai kecil malah lolos, apakah ada penilaian lain, sehingga menjadi bahan pertimbangan atau tidak, jelas ini perlu penjelasan dari pihak penyelenggara” kata Mamik Selamet, Koordinator BK-LSM Lebak.
Menurut Mamik, seharusnya pihak penyelenggara, dalam mengumumkan hasil akhir peserta yang dinyatakan lolos dalam seleksi PPK, lebih transparan, sehingga tidak menjadi pertanyaan dari semua pihak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan sampai hasil penilaian tersebut menjadi pertanyaan dari semua pihak, karena hasil penilaian tersebut muncul, tentunya berdasarkan hasil yang diperoleh dari pihak penyelenggara, Insya Allah dalam waktu dekat, kami akan bersurat secara formal kepada pihak penyelenggara,” terangnya.
Selain Mamik, Ketua Ormas GAIB 212 DPC Lebak, Umar Rosid Vijay, juga ikut mengomentari hasil seleksi PPK Kecamatan Muncang yang dinilai janggal.
“Menurut saya ini ada kejanggalan, kenapa yang punya nilai tinggi dinyatakan tidak lolos, sementara yang nilainya rendah, malah lolos, ini perlu dipertanyakan kepada pihak penyelenggaranya” kata Umar, sapaan akrab Ketua Ormas GAIB 212 DPC Lebak, Senin, 17 Januari 2023.
Menurut Umar, seharusnya pihak penyelenggara harus netral dan transparan dalam mengumumkan hasil penilaian akhir seleksi PPK Kecamatan Muncang ini.
“Kami berharap kepada pihak penyelenggara, harus netral dan transparan, serta tidak membuat aturan dalam hal ini menetapkan peserta yang lolos asal-asalan, perlu diingat bahwa masyarakat sudah cerdas dalam menilai soal kebijakan, jadi jangan asal menentukan, sebab masyarakat juga sama-sama mengawasi” tandasnya.
Jurnalis | Dani Saeputra















