POLISI NEWS.com | BANDUNG. Program rehabilitasi ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rancalongong di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, menuai protes keras.
Aliansi Ormas Kecamatan Solokanjeruk Bersatu menemukan sejumlah penyimpangan material dan pengerjaan yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta mengindikasikan lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan setempat.
Hasil monitoring lapangan mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kualitas bangunan yang sedang dikerjakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim Aliansi menemukan penggunaan baja ringan penyangga atap yang sudah berkarat, pemasangan plafon yang bergelombang, serta ketiadaan peninggian atap sebagaimana standar konstruksi sekolah yang layak.
Temuan ini dinilai membahayakan keselamatan siswa karena struktur bangunan tampak rapuh dan tidak kokoh.
Arif, Bendahara Aliansi Solokanjeruk Bersatu, menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp111.079.118 untuk rehabilitasi tersebut seharusnya cukup untuk menghasilkan bangunan berkualitas jika dikelola dengan benar. Namun realitas di lapangan justru menunjukkan indikasi penggelembungan keuntungan kontraktor dengan mengorbankan mutu material.
“Pengerjaannya terlihat asal-asalan dan hanya mengejar keuntungan semata, bukan mengutamakan keselamatan siswa. Baja ringan untuk penyangga genting saja menggunakan yang berkarat, plafon bergelombang, dan tidak ada peninggian atap. Ini jelas lepas dari pengawasan Dinas Pendidikan,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Selasa (7/7).
Aliansi menduga kuat terdapat ketidaksesuaian antara spesifikasi dalam RAB dengan implementasi fisik di lapangan. Penggunaan material substandar seperti baja ringan berkarat dikhawatirkan akan memperpendek usia bangunan dan berpotensi menimbulkan risiko ambruk di masa depan.
Kondisi ini menjadi ironi mengingat dana yang digelontorkan tergolong besar untuk skala rehabilitasi ruang kelas SD.
Menanggapi temuan tersebut, Aliansi Solokanjeruk Bersatu mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk segera melakukan audit ulang terhadap proyek ini.
Pengawasan ketat dan evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan anggaran negara tidak terbuang percuma demi bangunan sekolah yang tidak aman bagi generasi penerus.
• Elis Kornelis














