POLISIN11EWS.com | JAKARTA. Rangkaian ziarah kebangsaan yang dilakukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ke makam para mantan Presiden Republik Indonesia menjelang Hari Bhayangkara ke-80 Tahun dinilai menjadi momentum untuk meneguhkan nilai-nilai kepemimpinan, kebangsaan, dan pengabdian di lingkungan Polri.
Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, ziarah ke makam para pemimpin bangsa merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu sekaligus upaya menyerap nilai-nilai perjuangan yang dapat menjadi pedoman dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Tradisi ini penting karena mengingatkan seluruh jajaran Polri akan semangat pengabdian, integritas, dan dedikasi dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat,” kata Nasky dalam keterangannya, di Jakarta pada Minggu (21/6/2026).
Menurut Founder Nasky Milenial Center (NMC), nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan para pendiri bangsa memiliki relevansi dalam memperkuat komitmen Polri menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat perjuangan para pemimpin terdahulu, lanjutnya, dapat menjadi fondasi moral bagi anggota Polri dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu juga menyoroti transformasi Polri melalui konsep Presisi yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Konsep tersebut menitikberatkan pada pendekatan prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan dalam pelayanan kepolisian.
Menurutnya, pendekatan itu menjadi bagian dari upaya Polri untuk menghadirkan pelayanan yang lebih adaptif, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, Polri dinilai perlu terus melakukan pembenahan dan meningkatkan profesionalisme institusi.
Penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat” ini menambahkan, berbagai kegiatan kebangsaan yang dilakukan Kapolri, termasuk silaturahmi dengan ulama, kiai, dan tokoh masyarakat, juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional.
“Pesannya jelas, bahwa Polri dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan, keutuhan NKRI, serta nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Ia menilai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 menjadi momentum refleksi bagi Polri atas perjalanan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Momentum tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Diketahui, Kapolri telah melakukan ziarah ke makam Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jombang, Jawa Timur, serta makam Presiden pertama RI Soekarno di Blitar, Jawa Timur. Selanjutnya, Kapolri dijadwalkan melanjutkan ziarah ke makam Presiden kedua RI Soeharto dan Taman Makam Pahlawan Kalibata sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun.
• Redaksi











