Seru Warga Traji Adakan Tradisi Ritual Grebek Suro Ngalap Berkah

- Jurnalis

Senin, 8 Juli 2024 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

POLISI NEWS | TEMANGGUNG. Malam Suro atau 1 Muharam menjadi waktu yang sakral bagi sebagian masyarakat Jawa, tak terkecuali bagi masyarakat Desa Traji, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Di desa yang terletak di lereng Gunung Sindoro ini warga menggelar tradisi unik yang telah ada sejak zaman nenek moyang.

Pemangku adat, budaya, dan tradisi Desa Traji, Yosef Heristyo menyampaikan ritual malam Suro di Desa Traji itu bernama Manten Lurah Traji.

Selepas malam, ratusan warga yang telah siap mengikuti jalannya ritual, dengan sebagian mengenakan pakaian beskap adat Jawa. Mereka berjalan berarak-arakan dari desa menuju ke sebuah sendang yang disakralkan untuk jalannya ritual Manten Lurah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keunikannya memang setiap Suro Pejabat Kepala Desa Traji bersama istrinya didandani layaknya pengantin dalam ritualnya. Pengantin ini lalu diarak oleh warga menuju mata air utama yang bernama Sendhang Sidukun serta mata air lain sebagai sumber kehidupan, Sabtu malam (7/6/2024)

Di sana, mereka mengikuti acara doa bersama kemudian berebut gunungan hasil bumi. Ritual ini tak lain adalah simbol kedekatan manusia dengan alam sekitar, termasuk mata air yang menjadi pusat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Berdasar cerita turun-temurun yang beredar dan mengakar kuat di masyarakat wilayah Desa Traji, tradisi Suran Manten Lurah memiliki sejarah yang cukup melegenda. Dahulu kala terdapat leluhur mereka yang bernama Kiai Sepanjang. Ia mencari istrinya yang hilang dan terpisah selama beberapa waktu hingga akhirnya beberapa tahun kemudian istrinya tersebut kembali dapat ditemukan.

“Kiai Sepanjang dahulu pernah berjanji akan menggelar arak-arakan apabila istrinya kembali ditemukan. Ritual ini pun kemudian telah berjalan ratusan tahun sampai sekarang,” katanya.

Baca Juga:  Ini Pesan Kapolsek Galut Saat Pimpin Upacara di SMA Negeri 4 Takalar

Yosef menambahkan, tak hanya dari Temanggung saja, namun banyak pula wisatawan dari luar daerah, bahkan mancanegara yang sengaja datang hanya untuk menyaksikan prosesi ritual tersebut. Lantaran, mereka percaya bahwa air dari Sendang Sidukun membawa berkah tersendiri apabila berhasil di bawa ke rumah, kendati harus berebut beramai-ramai.

“Banyak yang percaya tuah serta berkah air dari Sendang Sidukun ini. Pasalnya, dahulu lokasi ini juga pernah menjadi persinggahan salah seorang wali songo, yakni Sunan Kalijaga, sehingga diyakini memiliki karomah yang cukup tinggi serta memancarkan energi positif. Bahkan Desa Traji adalah salah satu pemukiman kuno yang telah ada sejak tahun 200 Masehi dan itu tercatat di salah satu prasasti peninggalan zaman lampau,” terangnya.

Agos Pranomo pengunjung asal Kabupaten kendal mengaku rela datang berdesak-desakan, hanya karena ingin dapat membawa pulang air yang terdapat di sendang. Ia percaya akan keberkahan air sakral tersebut dapat mendatangkan spirit positif bagi hidupnya.

“Kami percaya, air tersebut bisa digunakan untuk media penyembuhan hingga,”pungkasnya.

Jurnalis| Trimo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IAWP 2026 Kembali Digelar di Indonesia, Nasky Sebut Reputasi Polri Makin Diakui Dunia
Pengurus Persatuan Wartawan Teluk Aru Diresmikan, Rahmanto Pimpin PRATU Periode 2026–2029
Peringati Maulid Nabi, Desa Kurungan Nyawa Gelar Gema Syiar Rabiul Akhir
Gelar Pilkades Digital 2026–2034, Pemdes Segaran Gandeng DPMD dan Tiga Baka Calon
Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Merampas Hak Warga atas Udara Bersih
FRIC Tegaskan Komitmen Jadi Mitra Strategis Polri dan Pengawal Keadilan
Praktisi Hukum Kecam Aksi Koboi Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya
Wujudkan Solidaritas, PUK SPAMK FSPMI PT Suzuki Indomobil Motor Galang Bantuan Korban Gempa NTT
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:57 WIB

IAWP 2026 Kembali Digelar di Indonesia, Nasky Sebut Reputasi Polri Makin Diakui Dunia

Minggu, 20 September 2026 - 19:40 WIB

Pengurus Persatuan Wartawan Teluk Aru Diresmikan, Rahmanto Pimpin PRATU Periode 2026–2029

Minggu, 20 September 2026 - 11:08 WIB

Peringati Maulid Nabi, Desa Kurungan Nyawa Gelar Gema Syiar Rabiul Akhir

Kamis, 17 September 2026 - 18:32 WIB

Gelar Pilkades Digital 2026–2034, Pemdes Segaran Gandeng DPMD dan Tiga Baka Calon

Minggu, 13 September 2026 - 11:36 WIB

Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Merampas Hak Warga atas Udara Bersih

Berita Terbaru