Pemkab Aceh Timur Gelar Workshop dan Sosialisasi Internalisasi Penyusunan Dokumen KRB 

- Jurnalis

Selasa, 25 Juni 2024 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

POLISI NEWS | ACEH TIMUR-Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggelar Workshop Sosialisasi dan Internalisasi Penyusunan Dokumen Kajian Resiko Bencana (KRB), bertempat di Aula Gedung Serbaguna Pendopo, Idi, Senin (24/6/2024).

“Adapun tujuan kegiatan Workshop Sosialisasi dan Internalisasi Penyusunan Dokumen Kajian Resiko Bencana (KRB), adalah untuk menginformasikan kepada seluruh Pentahelix (Pemerintah, Akademisi, dunia usaha, tokoh organisasi masyarakat dan media massa),” demikian disampaikan Ashadi, SE, MM Kepala BPBD Aceh Timur dalam laporannya.

Lebih lanjut Ashadi melaporkan bahwa, sasaran kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen kajian resiko bencana untuk wilayah Kabupaten Aceh Timur yang terdiri;

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diantaranya, peta bahaya, peta kerentanan, peta kapasitas, peta resiko bencana dan peta multi bahaya,” kata Ashadi.

Selain itu dapat saya laporkan bahwa, peta kajian resiko bencana meliputi seluruh jenis bencana diantaranya, bencana banjir, tanah longsor, puting beliun, gelombang ekstrim dan abrasi, kebakaran dan lahan, gempa bumi dan bencana tsunami,” sebut Ashadi.

“Kegiatan sosialisasi ini berlangsung satu hari, dengan tahapan umum penyusunan kajian resiko bencana meliputi, tahapan persiapan, koordinasi awal, sosialisasi dan Internalisasi, survey dan verifikasi lapangan, diskusi teknis, laporan draf akhir dan review oleh BNPB serta finalisasi dan legissasi,” terang Ashadi.

Adapun jumlah peserta sebanyak 34 yang terdiri dari perwakilan instansi vertikal, Balai sungai Kementrian PUPR, para OPD, UPTD SKPA, Dunia Usaha, Universitas, Forum Masyarakat, dan perwakilan media massa.

Kemudian narasumber pada kegiatan ini berasal dari direktorat pemetaan dan evaluasi bencana deputi bidang sistem dan strategi badan nasional penanggulan bencana (BNPB),” demikian pungkas Ashadi.

Sementara itu dalam sambutan dan arahannya Pj Bupati Aceh Timur yang diwakili staf ahli Bupati H. Aiyub mengatakan bahwa ancaman suatu bencana di suatu wilayah dipengaruhi oleh aspek giografis secara keruangan, kelingkungan maupun kewilayahan.

Baca Juga:  Porlri Himbau Warga Supaya Tidak Lakukan Foto Atau Video Di lokasi Gempa

“Mengingat tingginya resiko bencana di Aceh Timur, sudah seharusnya pemkab melalui BPBD melakukan pemenuhan layanan dasar sub urusan bencana yang ditetapkan melalui peraturan menteri dalam negeri nomor 101 tahun 2018,” katanya.

Katanya, melihat kondisi-kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui BPBD perlu meningkatkan kapasitas kelembagaan badan penanggulangan bencana daerah dalam penyelenggaraan bencana.

“Salah satunya dengan melakukan kegiatan yang merupakan indikator dalam pemenuhan layanan dasar kepada masyarakat salah satu Penyusunan Dokumen Kajian Resiko Bencana,” tegas Aiyub.

Harapan kita semua melalui penyusunan kajian resiko bencana penyusunan dokumen kajian resiko bencana ini dapat mengetahui potensi jumlah korban dan kerugian yang diakibatkan oleh kejadian bencana,” ucapnya.

“Dan saya menaruh harapan yang besar kepada semua peserta untuk dapat memberikan komitmen, masukan dan kontribusi nyata dalam penyusunan dokumen kajian resiko bencana di Aceh Timur,” pinta Aiyub.

Jurnalis | Khairul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

GPPN Puji Komitmen Kapolri: Sinergi Ulama dan Polri Strategis Jaga Keutuhan NKRI
FRIC Diberi Kepercayaan Istana untuk Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks dan Kawal Kebijakan Pemerintah
IAWP 2026 Kembali Digelar di Indonesia, Nasky Sebut Reputasi Polri Makin Diakui Dunia
Pengurus Persatuan Wartawan Teluk Aru Diresmikan, Rahmanto Pimpin PRATU Periode 2026–2029
Peringati Maulid Nabi, Desa Kurungan Nyawa Gelar Gema Syiar Rabiul Akhir
Gelar Pilkades Digital 2026–2034, Pemdes Segaran Gandeng DPMD dan Tiga Baka Calon
Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Merampas Hak Warga atas Udara Bersih
FRIC Tegaskan Komitmen Jadi Mitra Strategis Polri dan Pengawal Keadilan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 17:35 WIB

GPPN Puji Komitmen Kapolri: Sinergi Ulama dan Polri Strategis Jaga Keutuhan NKRI

Sabtu, 26 September 2026 - 08:23 WIB

FRIC Diberi Kepercayaan Istana untuk Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks dan Kawal Kebijakan Pemerintah

Senin, 21 September 2026 - 06:57 WIB

IAWP 2026 Kembali Digelar di Indonesia, Nasky Sebut Reputasi Polri Makin Diakui Dunia

Minggu, 20 September 2026 - 19:40 WIB

Pengurus Persatuan Wartawan Teluk Aru Diresmikan, Rahmanto Pimpin PRATU Periode 2026–2029

Minggu, 20 September 2026 - 11:08 WIB

Peringati Maulid Nabi, Desa Kurungan Nyawa Gelar Gema Syiar Rabiul Akhir

Berita Terbaru