POLISINEWS.com | SUMENEP. Dapur Umum (DU) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Poteran, Kecamatan Matan Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendesak ketersediaan kendaraan operasional khusus berupa mobil dan sepeda motor.
Kebutuhan ini muncul karena armada yang saat ini tersedia masih berstatus sewa dari masyarakat setempat, sehingga belum sepenuhnya dapat difungsikan untuk mendukung distribusi logistik program secara optimal.
Koordinator Lapangan atau penanggung jawab dapur umum mengungkapkan bahwa ketiadaan kendaraan dinas menjadi kendala signifikan dalam mobilitas harian. Mengingat wilayah Matan Raas memiliki karakteristik geografis kepulauan dengan sebaran permukiman yang cukup luas, ketergantungan pada kendaraan sewaan berpotensi menghambat kecepatan dan ketepatan waktu pendistribusian makanan bergizi kepada penerima manfaat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat membutuhkan fasilitas kendaraan permanen, baik mobil maupun motor. Saat ini, kendaraan yang ada masih statusnya menyewa kepada warga desa. Kondisi ini membuat operasional kami kurang fleksibel dan sulit diprediksi jika sewaktu-waktu pemilik kendaraan menarik unitnya,” ujar pihak pengelola Dapur Umum MBG Desa Poteran.
Lebih lanjut, pihaknya menekankan bahwa pengadaan kendaraan operasional bukan sekadar kebutuhan logistik, melainkan bagian integral dari keberhasilan implementasi kebijakan MBG di tingkat tapak. Tanpa dukungan sarana transportasi yang memadai dan terjamin keberlangsungannya, target pemenuhan gizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan di Desa Poteran berisiko tidak tercapai maksimal.
Desa Poteran sendiri merupakan salah satu wilayah prioritas pelaksanaan MBG di Kecamatan Matan Raas. Dengan jumlah penerima manfaat yang terus bertambah, penambahan aset kendaraan dinas diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus menjamin akuntabilitas pengelolaan anggaran program di lapangan.
Pemerintah daerah maupun instansi terkait kini didorong untuk segera merespons permohonan tersebut demi kelancaran program strategis nasional yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia generasi mendatang di Madura.
• Makkinullah














