Polisi News | Kab.Cirebon. Puluhan korban BI Checking dan kredit bermasalah yang tersebar diwilayah Cirebon. Menuntut keadilan dan penghapusan status Bi Checking di Bank Artha Graha dalam permasalahan kredit bermasalah.
Hal tersebut disampaikan salah satu warga Matangaji,Kecamatan Sumber,Kabupaten Cirebon,Jawa Barat,Peot alias Rasa.Yang merupakan salah satu korban BI Checking dan Kredit bermasalah dari 33 warga Matangaji. Yang jadi korban pinjaman ke Bank Artha Graha dalam bantuan kelompok usaha bersama (Kube) hewan ternak.Yang dilakukan oleh ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera),Maman Kardiman sekitar tahun 2017 lalu.
Menurut keterangan Rasa,ke- 33 warga Matangaji saat itu dijanjikan akan diberikan bantuan hewan ternak.Oleh ketua DPC Pospera Kabupaten Cirebon Maman Kardiman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami diberikan 2 pilihan mau bantuan ternak langsung atau uang. Saat itu kami rata-rata memilih bantuan berupa uang supaya lebih mudah.Dan proses pengajuan pinjaman pun berjalan,kami diminta mengumpulkan KTP dan KK sebagai syarat pengajuan pinjaman ke Bank Artha Graha Cirebon,”ungkap Rasa saat diwawancara dibalai desa Matangaji yang didampingi Mad Arif Sekdes Matangaji, Kamis (22/5/2025).
Meski demikian,Ia dan warga lainnya mengaku aneh dengan proses pinjaman atau kredit di Bank Artha Graha tersebut.
Pasalnya warga rata-rata tidak mengetahui berapa nilai pinjaman yang akan mereka tanggung tersebut.
“Kami dengan warga lainnya hanya menerima uang sekitar Rp.3 sampai Rp.4 juta dari pinjaman di Bank Artha Graha itu.Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui berapa pinjaman yang kami ajukan itu,”terangnya.
‘Waktu pencairan di Bank pun kami hanya difoto sambil pegang uang,tapi uangnya buru-buru diambil lagi oleh pengurus dari pihak pak Maman Kardiman”,lanjutnya.
Rasa sendiri mengaku dari pinjaman tersebut ia hanya menerima sekitar Rp.3 jutaan.Dan ia sempat membayar cicilan sebanyak 4 kali dengan nilai cicilan Rp.100 ribu perbulannya.
Permasalahan pinjaman pun kata Rasa mencuat setelah warga lainnya mengecek.Terkait pinjaman ke Bank Artha Graha.Dan diketahui jika pinjaman mereka rata-rata diangka Rp.25 juta.
“Sedangkan kami hanya menerim AAa uang pinjaman itu antara Rp.3 sampai Rp.4 juta saja.Akhirnya kami pun tidak mau melanjutkan membayar cicilan itu,karena kami tidak merasa meminjam uang sebesar itu,dan kami pun tidak tahu nilai dari pengajuan pinjaman itu,’tandas Rasa alias peot ini.
Ia pun sempat menanyakan langsung ke pihak Bank Artha Graha Cirebon terkait pinjaman atas nama dirinya tersebut.
Dan didapat keterangan bahwa dirinya melakukan pinjaman sebesar Rp.25 juta.
“Kami ramai-ramai sepakat tidak mau membayar cicilan, alasannya karena kami tidak menerima uang sesuai pinjaman. Akibatnya nama saya dan peminjam lainnya diblack lis serta muncul BI Checking.Dan kami tidak bisa melakukan pinjaman ke Bank manapun akibat adanya BI Checking,”keluh Rasa.
Padahal ia dan korban BI Checking dan kredit pinjaman bermasalah pernah mengadukan nasib yang mereka alami ke Maman Kardiman.
“Namun kami tidak mendapatkan jawaban terkait nasib yang kami alami ini.Kami minta keadilan pulihkan nama baik kami dan hapus status BI Checking kami.Dan kami menuntut hak kami yang melakukan pinjaman namun uang yang kami terima tidak sesuai dengan nilai pinjaman,”tandasnya.
Ditambahkan oleh Rasa,untuk mendapatkan bantuan Kube hewan ternak.Sejumlah calon penerima bantuan mereka diminta untuk difoto didekat kandang sapi atau kambing.
Padahal menurut Rasa,itu semua hanyalah formalitas saja.Karena sejatinya calon penerima bantuan itu sesungguhnya tidak memiliki kandang ternak atau pun ternak sapi.
“Waktu di foto kandang hanya formalitas atau akal-akalan saja. Tapi kandang itu miliknya. Namun punya orang lain. Karena rata-rata kami tidak punya ternak sapi atau pun kambing,”terangnya.
Sementara itu,Maman Kardiman yang saat ini menjabat kuwu Bobos Kecamatan Dukupuntang.Saat diwawancara di tempat tugasnya, Jumat (23/5/2025).
Ia mengelak dengan mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat langsung dalam permasalahan pinjaman bantuan Kube.
Ia berdalih bahwa dirinya saat itu hanya sebagai penyampai informasi adanya bantuan dari pusat. Yakni bantuan ternak kambing dan sapi untuk masyarakat Cirebon.
Adapun para penerima bantuan belakangan bermasalah dengan pihak Bank Artha Graha selaku penyalur bantuan.
Ia menyarankan agar mereka mengadu kepada kordinator bantuan tersebut yakni Budi Masosi dan Andi.
“Dan saya siap membantu korban yang merasa dirugikan,”pungkas H.Maman Kardiman.
Jurnalis |Toto. S















