POLISI NEWS | LEBAK. Pungatan liar di SDN 2 Sobang menurut pengakuan wali murid kelas 3 dan 4. Karena uang mereka terima sebesar Rp. 300.000 tidak utuh dari pihak sekolah. Padahal uang yang dicairkan pihak sekolah sebesar Rp. 4500.000. dan sisa Rp. 150.000 ada dimana. Rabu (28/02/2024).
Ketika awak median menemui wali murid mengatakan, Pihak sekolah tidak pernah struk dari bank tidak diberikan kepada kami sebagai wali murid. Kapan pencairan juga tidak diberitahuan ke wali murid. Karena buku tabungan dan ATM disimpan di sekolah, “kata walimurid yang meminta tidak disebutkan namanya.
Lanjut wali murid, “Kami bingung mau mengadu kemana karena kami masyarakat kecil dan takut mengadukan keluhan kami karena takut guru pasti memarahi, “ungkapnya.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Sudah lama kartu tabungan dan ATM milik anak saya di simpan di sekolah. Tapi saya baru menerima 2 kali saja pertama dapat Rp.300.000 dan ketua juga sama nominalnya, “papar wali murid lagi.
Saat konfirmasi pihak sekolah bagian pengelola PIP insial E membenarkan bahwa kartu tabungan dan ATM ada di sekolah. Karena wali murid tidak mengerti cara pencairan. Ketika bantuan turun maka kami pihak sekolah mengumpulka PIP tersebut untuk dicairkan, namun sisa yang mendapatkan dana hanya 32 siswa.
Dari data yang ada di sekolah semua siswa ada 90 yang diajukan, tapi banyak yang tidak cair entahlah apa kendala kami tidak tahu. Namun sekolah belum mengetahui apa sebabnya sampai tidak cair.
Saat konfirmasi, “Saya minta kepada media jangan direkam dan memvideokan masalah ini. Karena saya juga sama di media dan LSM kang, kata E.
“Saya juga ikut gabung di media kang, cuma kebetulan KTA tidak dibawa, “ujarnya
Profesi saya setiap hari nya status guru di SDN 2 Sobang tapi kalau di luar saya juga wartawan.
Kemudian awak media lanjut konfirmasi ke pihak operator Dapodik, nanum sedang tidak ada di kantor sedang keluar. Kepala sekolah juga tidak hanya ada komite saja dan RW di kampung Cigaclung memberikan keterangan kepada wartawan yang mengatakan, “Memang betul tabungan dan ATM wali murid semua ada di sekolah namun berapa jumlah kami tidak tahu. Untuk pencairannya kadang dari wali murid yang sudah ada surat berita acara persepakatan, “kata Komite sekolah.
Tim liputan langsung cek data siswa yang masih aktif di Sipintar ternyata siswa ada 98 yang masih aktif belajar di sekolah SDN 2 sobang.
Menurut pengakuan pihak sekolah hanya mengaku ada 90 siswa siswi. Namun di aplikasi Sipintar yang masih aktif ada 98 siswa dan itu termasuk penerima PIP. Secara teknis biasanya pencarian PIP secara bertahap maka patut diduga kuat ada yang tidak beres di sekolah SDN 2 Sobang ini.
Jurnalis | Dani Saeputra















