POLISI NEWS | LEBAK. Ratusan masyarakat Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak menggelar aksi demonstrasi di Mabes Polri.
Diketahui, aksi yang dilakukan sejak Rabu (16/8) siang tersebut menuntut Presiden, Menkopolhukam hingga Kapolri untuk mengusut tuntas permasalahan Mafia Tanah yang ada di Jayasari, Lebak.
“Kita datang tanpa bayaran, ini suara rakyat. Di momentum kemerdekaan ini kita sampaikan bahwa masyarakat Lebak belum merdeka,” kata Koordinator Aksi, Harda Belly, dalam orasinya.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun polisinews puluhan ibu-ibu membawa anaknya saat menggelar aksi, dengan menggelar spanduk sebagai alasnya di depan Mabes Polri.
Hingga berita ini ditulis, diketahui massa aksi akan bermalam di lokasi aksi hingga tuntutan mereka dapat diterima oleh Kapolri.
Lebihlanjut pihak kepolisian pun akan terus menerus mendalami kasus tersebut dan informasi dari pihak mabes POLRI kasus mafia tanah tersebut sudah naik ke penyidikan ditangani oleh mabes POLRI dan Polda Banten ungakapnya kepda media
Dengan ramainya masyarakat Banten mengadukan masalah mafia tanah di Lebak Banten hingga akhirnya pihak kepolisian mabes Polri pun angkat bicara soal permasalahan tersebut.
Dan akan ditangani secara serius
Sesuai prosedur yang berlaku di Indonesia tadi saya sudah telpon pihak Polda Banten dan informasi itu fik kasus sudah naik penyidikan
Mereka menuntut Presiden, Menkopolhukam hingga Kapolri mengusut tuntas permasalahan Mafia Tanah di Jayasari, Kecamatan Cimarga.
Koodinator aksi Rohmatulloh Romeo yang juga Ketua Presidium Masyarakat Banten Bersatu (MBB) mengatakan, aksi yang digelar masyarakat Jayasari sudah mendapat jawaban dari Bareskrim Mabes Polri.
Puas mendapat pernyataan dari pihak Bareskrim lanjut Rohmatulloh Romeo, masyarakat Jayasari pun membubarkan diri.
“Aksi demo masyarakat Jayasari di Mabes Polri jilid pertama sudah kelar, karena dari Bareskrim sudah ada statemen ada videonya, terkait kelanjutan kasus Jayasari warga akhirnya tenang, saya perintahkan pulang semalam,”terang Rohmatulloh Romeo saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (17/8/2023).
Saat ini kata Rohmatulloh Romeo, masyarakat Jayasari menunggu kelanjutan dari pihak Bareskrim Polri yang akan menindaklanjuti aduan masyarakat melalui Polda Banten.
“Tunggu seminggu ini, menunggu kabar dari Bareskrim Polri yang memberikan kepastian semalam untuk menetapkan target menjadi tersangka,”tegas Rohmatulloh Romeo.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, puluhan ibu-ibu warga Desa Jayasari Kecamatan Cimarga, dalam aksinya membawa serta anak – anaknya, dengan menggelar spanduk sebagai alasnya di depan Mabes Polri.
Jurnalis |Dani aeputra















