POLISI NEWS | NTT. Hari Ini, Jumat 5 Mei 2023 Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Son Ekut Kuatnana, Desa Fatu oni, Kecamatan Amanatun Utara menggelar pesta iman setiap empat tahun sekali untuk memilih majelis jemaat penatua, diaken dan Pengajar untuk periode 2024-2027 dengan total 313 anggota sidi.
Seluruh jemaat yang sudah menjadi anggota sidi Gereja Protestan Son Ekut Kuatnana yang terdaftar dalam daftar pemilih menjadi penentu kesuksesan pemilihan guna melahirkan para pelayan yang bisa menjadi teladan dalam kehidupan jemaat.
Semua jemaat GMIT Son Ekut yang telah tergabung dalam Gereja Protestan Sin Ekut Kuatnana dan masuk dalam daftar pemilih berhak menentukan keberhasilan pemilihan untuk menghasilkan pelayan yang dapat menjadi teladan dalam dalam kehidupan jemaat.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua hari pasca pemilihan, sudah dapat diketahui para pelayan GMIT Son Ekut empat tahun kedepan.
“Proses pemilihan majelis jemaat sudah seharusnya didukung seluruh warga jemaat Son Ekut dengan berdoa. Supaya melalui pemilihan ini, kita mendapatkan para pelayan gereja baik penatua dan diaken serta pengajar yang betul-betul bisa menjadi teladan di tengah-tengah hidup jemaat,” ungkap sekretaris panitia pemilihan Son Ekut Yohanis Tafuli kepada media ini di Unit Safe A Fatu oni, Jumat (5/5/2023).
Yohanis Tafuli berharap lewat pemilihan majelis jemaat kali ini gereja semakin dapat memastikan keberlanjutan pelayanan gereja di periode baru 2024-2027 dalam tugas tetap menjadi gereja orang basudara dengan turut merawat perdamaian di Nusa Tenggara Timur melalui pembinaan terhadap seluruh warga gereja di jemaat.
Juga bahwa melaluinya pula GMIT Son Ekut akan tetap bersinergi dengan semua elemen sosial dan pemerintah di tiap negeri, kecamatan, kabupaten dan provinsi lewat seluruh tugas bergereja yang sesungguhnya paralel dengan tanggungjawab bermasyarakat.
“Kami yakin seluruh pelayan gereja entah sementara melayani atau calon penatua dan diaken serta pengajar tak akan membawa masuk kedalam proses ini hal-hal berbau politik. Sebab bukan soal dukung mendukung tetapi soal keterpilihan sebagai pelayan khusus yang jadi bagian kehendak Tuhan dalam hidupnya dan berjemaat. Maka seluruh mekanisme pencalonan dilaksanakan secara pastoralistik lewat panitia dan majelis. Semuanya menjadi proses gerejawi, bukan proses yang sekuler sebagaimana dipahami dalam konteks Pemilu,” bebernya.
Panitia pemilihan terdiri dari, Ketua Panitia : Bernabas Nenobanu, Sekretaris : Yohanis Tafuli sedangkan anggota panitia : Henderina Nitano, Roy Saba.
Jurnalis | Roy Saba















