POLISI NEWS | JAKARTA – Generasi Pemuda Presisi Nusantara (GPPN) menggelar diskusi NGOPI PRESISI (Ngobrol Santai, Gagasan Berisi) di Jakarta, Minggu (4/10/2026). Forum dialog ini dihadiri elemen pemuda, mahasiswa, dan aktivis untuk merefleksikan capaian, tantangan, serta keberlanjutan transformasi Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Koordinator Nasional GPPN, Nasky Putra Tandjung, menegaskan forum ini dibentuk untuk membangun tradisi dialog publik yang objektif dan rasional.
“Kita ingin membangun tradisi demokrasi yang sehat: mengapresiasi capaian, memberikan kritik atas kekurangan, dan menawarkan gagasan perbaikan,” ujar Nasky.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam diskusi tersebut, para narasumber—termasuk perwakilan dari KAMMI, GPM, dan GMNI—menyoroti sejumlah capaian kunci dan agenda strategis Polri era Presisi:
- Kepercayaan Publik & Digitalisasi: Merujuk survei Litbang Kompas (April 2026), keyakinan masyarakat terhadap kinerja Polri mencapai 82,4% dengan citra kelembagaan 71,5%. Capaian ini didorong oleh digitalisasi layanan, keterbukaan evaluasi internal, dan penguatan restorative justice.
- Perlindungan Pekerja: Pembentukan Desk Ketenagakerjaan Polri (2025–Agustus 2026) telah menangani 358 perkara dan memfasilitasi 4.236 pekerja terdampak PHK untuk kembali bekerja melalui saluran hukum dan dialog industrial.
- Pemberantasan Kejahatan Digital: Penindakan tegas terhadap judi online, narkotika, dan siber diperkuat dengan komitmen zero tolerance bagi anggota yang terlibat.
- Dukungan Program Pembangunan: Polri berkontribusi nyata melalui pengoperasian 1.376 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 874 Jembatan Merah Putih Presisi sepanjang 19,2 km di 1.314 desa, hingga program ketahanan pangan nasional.
- Perlindungan Kelompok Rentan: Penguatan struktur penanganan perkara terkait perempuan, anak, dan TPPO secara responsif dan berorientasi korban.
Ketua DPP GPM Bidang Politik dan Keamanan, Samuel, menambahkan bahwa tantangan utama Polri saat ini adalah menjaga keberlanjutan reformasi tersebut. Menurutnya, konsep Presisi tidak boleh berhenti sebagai program kepemimpinan semata, melainkan harus bertransformasi menjadi budaya organisasi dan standar pelayanan permanen bagi masyarakat.
• Tim Redaksi










