POLISI NEWS | BANDUNG. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggeser fokus pembangunan digital dari sekadar perluasan cakupan (coverage) ke peningkatan kualitas (quality of service). Meski konektivitas digital Indonesia diklaim telah mencapai 90 persen, Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo menuntut industri menghadirkan layanan 5G yang tidak hanya cepat, tapi juga terjangkau bagi publik.
Target tersebut disampaikan Angga saat menghadiri Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung.
“Harapannya 3 tahun ke depan kita melihat perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin pesat dan semakin baik. Terutama dalam hal kualitas layanan serta patokan harga yang terjangkau,” ujar Angga.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendorong Insentif dan Lelang Frekuensi
Untuk mengejar target 3 tahun tersebut, Komdigi mempercepat rilis lelang spektrum frekuensi kunci di pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Spektrum ini diproyeksikan menjadi tulang punggung penguatan jaringan 5G di Indonesia.
Pemerintah memperingatkan para penyedia jasa telekomunikasi agar tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan pengguna, melainkan wajib menjamin kedaulatan serta keandalan akses digital hingga ke kawasan terluar.
• Redaksi dan Berbagai sunber









