POLISI NEWS | JAKARTA. Analis Kebijakan Publik dan Sosial-Politik Nasional, Nasky Putra Tandjung, menyampaikan apresiasi atas langkah sigap serta kebijakan strategis Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan seluruh jajarannya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak erupsi gunung api.
Menurut Nasky, instruksi Kapolri tersebut membuktikan bahwa paradigma Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat tidak hanya diwujudkan dalam pemeliharaan keamanan serta penegakan hukum, tetapi juga melalui perlindungan dan bantuan kemanusian saat situasi darurat bencana.
“Sebagai bagian dari masyarakat sipil (civil society), kami mengapresiasi langkah Kapolri yang mengedepankan kesiapsiagaan, respons cepat, dan pelayanan masyarakat. Kehadiran aparat negara dalam situasi bencana merupakan bagian penting dari perlindungan publik sekaligus penguatan kapasitas negara merespons keadaan darurat,” ujar Nasky dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta ini menilai instruksi Kapolri kepada para Kapolda, Kapolres, hingga Kapolsek untuk memastikan kesiapan personel di wilayah masing-masing adalah langkah yang sangat strategis.
Ia menekankan bahwa dalam situasi kebencanaan, aparat tidak boleh sekadar menunggu laporan. Polri harus mengedepankan deteksi dini, pemetaan kebutuhan, komunikasi publik, edukasi kebencanaan, serta koordinasi lintas sektor.
“Untuk menghadapi dampak vulkanik, seluruh jajaran harus siap siaga membantu warga. Kehadiran personel di lapangan sangat penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi tepercaya, perlindungan, pelayanan kesehatan, hingga bantuan darurat,” lanjut penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat” tersebut.
Lebih lanjut, Founder Demokrasi dan Sosial-Politik Indonesia ini menyoroti pentingnya antisipasi kebutuhan dasar masyarakat terdampak abu vulkanik, seperti pembagian masker, penanganan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga penyediaan air bersih. Menurutnya, prinsip utamanya adalah Polri harus hadir sebelum masyarakat mengalami kesulitan yang lebih besar.
Nasky juga menyinggung pentingnya sinergi lintas lembaga antara Polri, TNI, BIN, pemerintah daerah, BPBD, BMKG, tenaga kesehatan, dan relawan melalui prinsip collaborative governance.
Ia turut mengapresiasi jajaran Polri di daerah yang mulai memperkuat tindakan mitigasi di lapangan. Hal ini membuktikan bahwa kebijakan di tingkat pimpinan mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata yang humanis oleh jajaran terbawah.
“Respons yang cepat, humanis, terukur, dan terkoordinasi akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri. Ini adalah komitmen nyata Korps Bhayangkara di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam menjalankan semangat Polri Presisi,” tutupnya.
• Tim Redaksi















