POLISINEWS.com | JAKARTA. Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polri. Dukungan tersebut diberikan atas komitmen, kerja nyata, dan dedikasi tinggi Polri dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya di sektor ketahanan pangan dan percepatan swasembada bawang putih nasional.
Menurut Nasky, langkah strategis institusi Korps Bhayangkara di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo ini merupakan bentuk kebijakan publik yang nyata berorientasi pada ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
“Komitmen tersebut menunjukkan bahwa peran institusi Polri tidak semata-mata berada pada ranah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga berkontribusi langsung dalam agenda strategis nasional yang berdampak pada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” ujar Nasky dalam keterangannya pada Rabu (19/8/2026).
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Cetak Rekor MURI lewat Penanaman Bawang Putih Serentak
Nasky Putra Tandjung, yang juga Penulis Buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat”, menjelaskan salah satu bentuk konkret kontribusi Polri adalah aksi gerakan penanaman bawang putih secara serentak di lahan terluas.
Penanaman tersebut mencakup area seluas 279,53 hektare yang tersebar di 59 Polres pada 14 Polda. Atas pencapaian ini, Polri berhasil meraih penghargaan Rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Capaian Strategis Program Pangan Polri:
- Lahan Tanam Serentak (Rekor MURI): 279,53 hektare di 59 Polres dan 14 Polda.
- Pemberdayaan Petani: Melibatkan 110 kelompok tani dengan 2.174 petani, potensi hasil 2.795 ton.
- Panen Raya Sembalun (Lombok Timur): Lahan 105 hektare, 9 kelompok tani (287 petani), potensi hasil 1.050 ton.
- Total Akumulasi Program: 2.593,1 hektare lahan di 17 Polda & 66 Polres (927,6 ha telah ditanami dan melibatkan 117 kelompok tani serta 2.257 petani).
Dari perspektif kebijakan publik, Nasky mengungkapkan nilai strategis program ini terletak pada dampaknya yang berkelanjutan. Program tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan mengintegrasikan alokasi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi langsung kepada para petani lokal.
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo dan Kemandirian Pangan
Lebih lanjut, Founder Nasky Milenial Center (NMC) ini menilai komitmen Polri dalam mengawal target swasembada bawang putih nasional dalam tiga tahun ke depan merupakan bentuk terjemahan langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, ketahanan pangan menjadi elemen vital ketahanan nasional, stabilitas ekonomi, dan kedaulatan negara.
“Gerakan ini memperlihatkan bahwa semangat Polri Presisi dapat diterjemahkan melalui kontribusi nyata yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Nasky, yang juga Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta tersebut.
Sinergi dan Evaluasi Berbasis Data untuk Keberlanjutan
Meski mengapresiasi langkah Polri yang sudah berada di jalur yang tepat (on the track), Nasky mengingatkan pentingnya aspek keberlanjutan berbasis pendekatan ilmiah kebijakan publik. Keberhasilan jangka panjang harus diukur dari peningkatan produktivitas petani, perluasan area tanam dan panen, penurunan ketergantungan impor, serta terciptanya rantai pasok bawang putih nasional yang kuat.
Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor antara Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, hingga kelompok tani harus terus dirawat secara konsisten.
“Sinergi antar-pemangku kepentingan menjadi modal utama menuju Indonesia yang mandiri pangan dan berdaulat secara ekonomi. Setiap ikhtiar nyata untuk kemandirian pangan harus ditempatkan pada satu tujuan utama: kepentingan rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
• Tim Redaksi










