Proyek Rabat Beton Blok Tripel Warujaya Dipersoalkan Warga, Dugaan Keterlambatan Jadi Sorotan

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLISI NEWS.com | CIREBON. Pelaksanaan proyek rabat beton di Blok Tripel RT 02 RW 05, Desa Warujaya, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menuai sorotan dari sejumlah warga. Mereka menilai proyek yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 tersebut terlambat direalisasikan karena baru mulai dikerjakan pada Juni 2026.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, SR, mengatakan pekerjaan tersebut seharusnya telah dilaksanakan pada Desember 2025 sesuai dengan tahun anggarannya. Namun, hingga pertengahan 2026 proyek baru direalisasikan oleh pemerintah desa.

Menurut SR, sebelum pekerjaan rabat beton dimulai, masyarakat telah bergotong royong melakukan pemadatan badan jalan. Kegiatan tersebut didukung oleh sejumlah pengusaha batu alam yang memberikan bantuan dana sebesar Rp1,5 juta per orang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dana yang terkumpul sekitar Rp27 juta. Namun sekitar Rp3 juta dikembalikan kepada beberapa pengusaha yang menyatakan keberatan,” ujar SR kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).

SR menjelaskan, pemadatan jalan dilakukan pada awal Desember 2025 sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Meski demikian, warga mengaku tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran Dana Desa yang dialokasikan untuk proyek rabat beton maupun volume pekerjaan yang dilaksanakan.

“Warga khawatir dana hasil swadaya dari para pengusaha batu alam dimasukkan ke dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek rabat beton. Padahal, biaya pemadatan jalan itu murni berasal dari bantuan para pengusaha, bukan dari anggaran pemerintah,” kata SR.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Warujaya belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan keterlambatan pelaksanaan proyek tersebut.

Sementara itu, Kuwu Desa Warujaya, Hj. Runingsih, yang akrab disapa Nining, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya sedang fokus mendampingi suaminya yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit, sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Baca Juga:  Komitmen dengan Kesetaraan Gender, 1 Polwan Dapat Bintang Dua Hingga Kapolres

Media ini akan terus berupaya meminta klarifikasi dari Pemerintah Desa Warujaya guna memperoleh penjelasan yang berimbang terkait pelaksanaan proyek rabat beton tersebut. Jurnalis.

• Toto S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pilot Tewas Diserang KKB, Praktisi Hukum dan Jurnalis Desak Keamanan Penerbangan Perintis Papua Diperkuat
Pesawat AMA Dibakar KKB di Yahukimo: Pilot Tewas Dianiaya, 7 Penumpang Selamat
KOMPAK Desak APH Usut Proyek Gorong-Gorong SMAN 1 Lemahabang yang Dinilai Berbahaya
Dugaan Pungli Bansos Ketahanan Pangan di Desa Padamukti Resahkan Warga, Aliran Dana Dipertanyakan
Dugaan Pungli Warnai Penyaluran Bansos di Kelurahan Kenanga Cirebon, Puskesos Bantah Terima Setoran
6 KK Desa Sait Kalangan II Tuntut Keadilan Relokasi, Dokumen Lengkap Namun Tak Diterima BPBD
Rakercab GRIB Jaya Lebak Tetapkan Program Prioritas 2026, Libatkan 28 PAC
PUK SPAMK FSPMI Suzuki SIM Bekali Kader Media, Awasi Perjuangan di Era Digital
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:18 WIB

Pilot Tewas Diserang KKB, Praktisi Hukum dan Jurnalis Desak Keamanan Penerbangan Perintis Papua Diperkuat

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:27 WIB

Pesawat AMA Dibakar KKB di Yahukimo: Pilot Tewas Dianiaya, 7 Penumpang Selamat

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:56 WIB

KOMPAK Desak APH Usut Proyek Gorong-Gorong SMAN 1 Lemahabang yang Dinilai Berbahaya

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:18 WIB

Dugaan Pungli Bansos Ketahanan Pangan di Desa Padamukti Resahkan Warga, Aliran Dana Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:51 WIB

Dugaan Pungli Warnai Penyaluran Bansos di Kelurahan Kenanga Cirebon, Puskesos Bantah Terima Setoran

Berita Terbaru