POLISI NEWS | MERAUKE. Pencarian terhadap Cemal Taibeno, Anak Buah Kapal (ABK) KMN Rahmad Safaat yang sempat hilang saat mencari kepiting di pesisir Sungai Torasi, membuahkan hasil. Setelah dua hari pencarian, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski masih lemas dan mengalami kelelahan.
Cemal dilaporkan hilang sejak Jumat (18/9) sore. Nakhoda KMN Rahmad Safaat kemudian melaporkan kejadian ini ke Pos TNI AL (Posal) Torasi pada Sabtu (19/9) pukul 17.30 WIT.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Danposal Torasi Lettu Laut (KH) Ragil berkoordinasi dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XI dan membentuk tim SAR gabungan. Sebanyak tujuh personel Posal Torasi bersama 17 nelayan membagi kekuatan ke dalam empat kelompok untuk menyisir lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Pencarian awal pada Sabtu malam sempat dihentikan lantaran cuaca gerimis, medan yang sulit, serta keterbatasan pandangan dan peralatan. Operasi kemudian dilanjutkan pada Minggu (20/9) pagi.
Korban akhirnya ditemukan di sekitar kawasan pesisir oleh seorang pemburu rusa bernama Ono Sokran. Tim SAR langsung mengevakuasi Cemal menggunakan speedboat menuju Muara Torasi untuk penanganan medis awal.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi korban secara umum sehat, tetapi masih kelelahan dan lemas. Setelah mendapat perawatan awal dari tim medis, korban kami antar kembali ke kapalnya,” jelas Lettu Laut Ragil.
Keberhasilan operasi kemanusiaan ini mendapat apresiasi dari Komandan Kodaeral XI, Laksda TNI Joko Andriyanto. Ia memuji kesiapsiagaan prajurit serta sinergi yang kuat antara TNI AL dan masyarakat lokal.
“Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kecepatan bertindak dan sinergi antara TNI AL dengan masyarakat. Saya mengimbau seluruh pengguna jasa laut untuk selalu mengutamakan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan,” tegas Laksda Joko.
• Ahmad Darowi















