Bupati Jangan Hilangkan Kostum Melayu di Perkantoran dan Sekolahan di Bumi Langkat 

POLISI NEWS | LANGKAT. Belakangan ini terlihat Kekecewaan ketua Lembaga Melayu yang ada di bumi bertuah membuat kecaman terhadap oknum oknum tertentu di Kabupaten Langkat.

Soal di batalkannya kostum Melayu di kalangan siswa siswi yang ada di Kabupaten Langkat, membuat para lembaga adat berang pada oknum oknum yang melupakan sejarah Kesultanan Langkat yang pernah besar di bumi Langkat.

“Adat Melayu yang beradab dan bijaksana adalah nilai-nilai luhur dalam budaya Melayu yang menekankan kesantunan, sopan santun, rasa malu, dan kebijaksanaan dalam bertindak, berbahasa, serta memimpin, semuanya dijiwai dan mengacu pada ajaran Islam sebagai pedoman utama, untuk menciptakan kerukunan dan harmoni dalam masyarakat.

Adab dan Sopan Santun

Berbahasa:

Dalam budaya Melayu, bahasa mencerminkan budi dan bangsa. Seseorang dianggap beradab jika mampu berbahasa dengan santun, memilih kata yang tepat, dan berbicara dengan sopan, agar tidak menimbulkan aib atau malu.

Bergaul:

Sikap beradab juga terlihat dalam interaksi sosial. Hal ini meliputi pandai membawa diri, menjaga perilaku, berlemah-lembut, serta menghormati yang tua, menyayangi yang muda, dan menyayangi yang sebaya.

Kebijaksanaan dalam Tindakan

Memimpin:

Kebijaksanaan adalah sifat penting bagi pemimpin Melayu. Seorang pemimpin harus memiliki kecerdikan, yaitu kemampuan mengolah pengetahuan untuk mengambil keputusan yang tepat, agar tidak bertindak sewenang-wenang dan mampu menyelesaikan permasalahan yang kompleks.

Menimbang dengan Bijak:

Dalam menghadapi tantangan dan kritik, masyarakat Melayu dituntut untuk berpikir jernih, berjiwa lapang, dan bijaksana dalam menimbang serta mengambil keputusan agar tidak merusak dan dapat mencapai kedamaian.

Sumber Nilai Adab dan Kebijaksanaan

Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah:

Adat Melayu berlandaskan pada nilai-nilai agama Islam dan Al-Qur’an sebagai pedoman tertinggi.

Kearifan Lokal:

Berbagai kearifan lokal seperti pantun, tradisi perkawinan, dan pakaian adat menjadi bagian dari kebudayaan yang membentuk karakter Melayu menjadi beradab dan bijaksana.

Tujuan Adat Melayu

Menciptakan Kerukunan:

Dengan menjunjung tinggi adab dan kebijaksanaan, adat Melayu bertujuan untuk menciptakan suasana rukun dan damai dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menjaga Identitas:

Adat dijadikan sebagai identitas pribadi dan umat Melayu, serta menjadi cerminan kemuliaan bangsa.”

H. Syah Afandin SH atau disapa Ondim adalah sosok bangsa Melayu, seharusnya beliau sebagai orang nomor satu di bumi Langkat, beliau paham adat istiadat Melayu yang ada di bumi langkat, belakangan ini ada isu terdengar ingin menghapuskan perda tentang kostum Melayu. dihilangkan oleh oknum oknum yang ingin melupakan sejarah di bumi Langkat.

“Hal itu kita lawan kata Ketua Gerbang Malay Langkat Dat’o Satia Samudra Wangsa H.Adhan Nur Rabu (3/9/2025) sekira pukul 12:00 wib di Jalan Sumatera Pangkalan Brandan kita wajib lawan karena Langkat Bumi Melayu,”tegasnya.

Jurnalis|Muslim Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *