POLISI NEWS | KAB. BANDUNG. Tabligh Akbar dan Tahlil Akbar dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Yayasan Perguruan Al-Karomah Dayeuhkolot Bandung, sekaligus gelar Bakti Sosial (Baksos), meliputi pengobatan terapi herbalis gratis untuk ratusan pasien yang di Wilayah Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Sabtu.11/22.
Bakti Sosial dari Yayasan Perguruan Al-Karomah yang dilakukan oleh Ust. Wahyu Aminudin selaku Guru besar dan pembina Yayasan Perguruan Al-Karomah dan menggandeng Gandeng FUN Paguyuban Teraphi Herbalis Jawa Barat.
“Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan FUN Terapis Herbalis, dan digelar sebagai bagian dari acara Tabligh dan Tahlil Akbar, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, “ujar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam acara terapi yang dihadiri oleh ratusan warga Desa Dayeuhkolot tersebut, warga masyarakat diberikan layanan pijat dan totok punggung, terapi acculektrik, bekam, dan berbagai jenis terapi lainnya.
Hadir juga Camat Dayeuhkolot diwakili oleh Sekretaris Kecamatan beserta Muspika, Kepala Desa Dayeuhkolot Yayan Setiyana A.Md, bersama Perangkat, Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Tedi dan anggota Bhabinkamtibmas. Kepala Perwakilan Media Purna Polri Jawa Barat Iman Setia Budi ST, pengawas Media Purna Polri Jawa Barat Ruswan Sani SH. beserta anggota, Ketua RW 03 Eka, kp Cilisung Para Pengurus Jaringan Komunikasi (JARKOM) Bedas Binaan Bupati Bandung H. Dadang Supriatna. Tim Radio Rapi Kab. Bandung, para Muspika Satpol-PP Kecamatan Dayeuhkolot, perwakilan dari Danramil Dayeuhkolot. dan para tokoh masyarakat Dayeuhkolot keluarga besar Pengurus Yayasan Al-Karomah, Ketua FUN Kab. Garut, Jaemi, Ketua FUN Kab. Indramayu, Herudin Aditya Lupi, Ketua FUN Kota Bandung, Zeni Sontani.
Dan Ketua FUN Terapis Herbalis, Deni Jatnika, Pengelola Koperasi JATMAN Subang Sejahtera (KJSS), Neneng Kartika, ketua Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Jawa Barat, Nurachman, Ketua FKP Kab. Tasikmalaya, Muhammad Fahruddin Hidayat, Ketua Sumedang Community, Sony Hamdani, dan Founder sakoladesa.id, Rakeyan Nuswajati Bezie Galih Manggala.
Dalam kegiatan tersebut diberikan pemberian piagam penghargaan dari guru besar pembina Yayasan Perguruan Al-Karomah Ust.Wahyu Aminudin, juga piagam penghargaan dari Ketua Yayasan Perguruan Al-Karomah Ust. Anwar Almisbah (Ki Jaka Tarub red).
Dilanjutkan dengan pembagian sembako gratis dan uang tunai kepad para lansia dan anak yatim piatu. Dana yang diberikan kepada mereka titipan dari donatur yang dititipkan melalui tokoh senior Yayasan Perguruan Al-Karomah Mas Bagio.
“Sebagai bentuk rasa syukur dan karunia yang kami dapat, yang harus dilaksanakan dengan meneladani suri tauladan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Beliau memberikan pelayanan tanpa batas kepada umatnya, dan kami meniru pelayanan yang beliau contohkan,” tutur Nurul Hikmat, Ketua Panitia Penyelenggara.
“Terapis sudah mempunya standardisasi dan tersertifikasi ini diketuai Mumu Harun Fadila. yang merupakan seorang assessor dan juga sertifikator BNSP untuk profesi terapis,”ujar Nurul.
Nurul menyampaikan terimakasih pada sponsor dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan bakti sosial tersebut. Kegiatan didukung Forum UMKM Nusantara (FUN) Jawa Barat.
Ketua Paguyuban Terapi H. Mumu mempraktekkan langsung keahliannya dalam menangani berbagai keluhan pasien.
Para pasien sudah membuktikan di atas pentas yang disaksikan langsung oleh warga Kecamatan Dayeuhkolot, seperti yang dialami anggota personel Polsek Dayeuhkolot H. Dadang Bahabinkamtibmas yang menderita saraf kejepit langsung ssembuh ketika diterapi.
Begitu juga yang dialami Kepala Desa Dayeuhkolot Yayan Setiyana A.Md selam 2 tahun tersiksa susah melakukan ruku dan sujud dalam menunaikan sholat setelah diterapi, Alhamdulillah sembuh merasa terharu sambail meneteskan air mata sampai tidak bisa berbicara.
Begitu juga sakit pinggang yang dialami Ruswan Sani pengawas media Purna Polri Jawa Barat dan anggota Jarkom langsung sembuh setelah ditrapi.
Kegiatan terapi herbal dan Elektrik dengan metode sesuai dengan keluhan pasien berjalan dengan aman, lancar serra kondusif.
Jurnalis | Wahyu Aminudin














