POLISI NEWS | ACEH. Kota Subulussalam dan Kab Aceh Singkil merupakan pintu utama bagi keluar masuknya sumber ekonomi seperti sayur, ikan, sembako, bahan bangunan dari Medan ke Aceh. Setiap saat masyarakat Barat Selatan Aceh melintasi daerah ini menuju ke Sumut untuk belanja dan menjual berbagai kebutuhan pokok. Ada yang ke sibolga melalui kab Aceh Singkil. Ada yang ke Berastagi melewati kota Subulussalam.
Sebagian badan jalan yang sering dilalui masyarakat Aceh dan Medan ada yang mulai longsor sudah bertahun tahun sehingga perlu penanganan segera.
Saat ini dilakukan pembangunan penanganan longsoran kota Subulussalam batas Prov Sumatera Utara oleh Balai jalan Nasional Provinsi Aceh dengan kontraktor PT. Karya Usaha Mandiri Utama asal Banda Aceh.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembangunan penahan longsoran ini merupakan hajat hidup orang banyak dan sangat diperlukan, menurut penuturan salah satu tokoh masyarakat Subulussalam. Pihak kontraktor menjelaskan bahwa pekerjaan ini memiliki rencana kerja awal 7 bulan, namun karena proses tender yang lama sisa waktu hanya 5 bulan.
Namun demikian, pihaknya optimistis jika proses pembangunan berjalan lancar. “Ini proyek strategis dan sangat mendesak pembangunan penahan longsoran ini sudah dimulai dilakukan pada 15 juli tahun 2021 dan diharapkan selesai akhir Desember ini dan konstruksinya juga menyesuaikan mengingat kontur dan sifat tanah yang berbeda-beda,” ujarnya.
Sementara, masyarakat yang sering mengambil sayur dari Berastagi untuk dibawa ke Meulaboh setiap malam melewati jalan tersebut. Hendra salah seorang warga mengakui bahwa proses pembangunan penahan longsoran ini sangat diperlukan agar kejadian longsor sering terjadi dan membahayakan keselamatan.
“Saya mendukung penuh pembangunan penahan longsor ini karena ini untuk akses bagi aceh,” katanya.
Menurutnya, pembangunan dinding penahan tanah pada penanganan longsoran ini sudah lama ditunggu. Dengan begitu, akses akan lebih mudah dan aman serta bisa berdampak pada sektor ekonomi Barat Selatan Aceh.
Sebab, ini merupakan jalur utama angkutan darat dari Sumut ke Aceh Barat Selatan. Jika longsor tidak ditangani akan mengganggu stabilitas ekonomi.
“Penanganan longsoran jalan kota subulussalam hingga batas prov sumut ini bisa menjadi solusi strategis. Jadi ketika infrastruktur jalan bagus semua sektor bisa cepat berkembang terutama ekonomi bisa tumbuh,” ujarnya.
Jurnalis | Baharuddin Berutu















