POLISINEWS.com | SUKABUMI. Pengamat Kebijakan Publik dan Sosial-Politik Nasional, Nasky Putra Tandjung, mengapresiasi langkah Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, kolaborasi strategis antara Polri dan elemen masyarakat sipil (civil society) serta organisasi kepemudaan merupakan langkah penting dalam menjaga persatuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Hadirnya Kapolri dalam Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026), menjadi bukti nyata pendekatan humanis yang diusung institusi kepolisian.
“Pendekatan kolaboratif seperti ini sangat penting. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan semata-mata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa,” ujar Nasky, Kamis (3/9/2026).
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi Polri dan Pemuda Siapkan Bonus Demografi
Kegiatan Kemah Nasional PUI 2026 tersebut diikuti sekitar 5.499 peserta dari kalangan Pramuka, pelajar, mahasiswa, pemuda, hingga tokoh PUI berbagai daerah. Nasky menilai keterlibatan aktif generasi muda ini menjadi ekosistem pembentukan karakter, kepemimpinan, dan rasa nasionalisme.
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta tersebut menegaskan bahwa bonus demografi tidak otomatis membawa keuntungan bagi Indonesia tanpa kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter.
“Generasi muda merupakan aset strategis sekaligus modal sosial bangsa menyongsong Indonesia Emas 2045. Pembangunan manusia tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi membutuhkan ekosistem sosial yang sehat, aman, dan produktif,” tambah Nasky.
Implementasi Polri Presisi: Wujud Nyata Pencegahan Narkoba dan Judi Online
Sebagai penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat”, Nasky menyoroti pentingnya transformasi Polri yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga:
- Pencegahan dan pembinaan masyarakat.
- Edukasi dan komunikasi publik.
- Pemberdayaan serta kolaborasi sosial.
Menurutnya, tantangan pemuda saat ini kian kompleks dengan ancaman non-konvensional seperti bahaya narkotika, maraknya judi online (judol), intoleransi, dan kekerasan.
“Pencegahan narkoba dan judi online harus ditempatkan sebagai agenda bersama. Polri memiliki posisi strategis, namun keberhasilannya butuh kolaborasi kuat antara keluarga, sekolah, ormas keagamaan, hingga pemerintah daerah,” jelas Founder Demokrasi dan Sosial-Politik Indonesia tersebut.
InvestasiJangkaPanjangKeamanan Nasional
Di akhir keterangannya, Nasky mengimbau agar silaturahmi lintas kelompok tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Sinergi ini harus menjadi instrumen kebijakan publik untuk meningkatkan public trust, memperkuat komunikasi sosial, dan mencegah konflik sejak dini.
“Merawat persatuan, menjaga kamtibmas, serta melindungi generasi muda dari narkoba dan judol hari ini adalah investasi strategis agar bonus demografi 2045 benar-benar menjadi kekuatan besar bagi Indonesia,” tutupnya.
• Tim Redaksi















