POLISI NEWS.com | LEBAK. Sejumlah petani di Kampung Karag, Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, mengaku resah menyusul maraknya dugaan pencurian hasil pertanian. Salah satu kasus yang mencuat adalah hilangnya tanaman jagung siap panen milik warga setempat pada Senin (6/7/2026).
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran karena hasil pertanian yang telah dirawat berbulan-bulan diduga diambil orang menjelang waktu panen. M. Juhri, warga Kampung Karag, membenarkan bahwa beberapa petani menjadi korban kehilangan. Kasus yang ia pastikan terjadi menimpa ibunya, Supriyati (50), seorang janda dengan empat anak yang tinggal di RT 01/RW 01 Desa Nayagati.
“Saat mengecek lahan, jagung yang sudah siap dipanen ternyata sudah habis diambil orang,” ujar M. Juhri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, sebagian besar warga menggantungkan penghasilan dari lahan pertanian pribadi, termasuk menanam jagung sebagai komoditas utama. Namun, lokasi lahan yang jauh dari permukiman membuat pengawasan sulit dilakukan setiap saat, sehingga membuka peluang terjadinya pencurian.
“Hampir semua petani di sini menanam jagung di lahan milik sendiri. Jarak lahan dengan rumah cukup jauh sehingga sulit dipantau,” katanya.
M. Juhri menduga pelaku beraksi pada malam hari menggunakan kendaraan pikap untuk mengangkut hasil panen dalam jumlah banyak. Hingga kini, identitas pelaku belum diketahui. Warga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini.
Selain jagung, informasi kehilangan juga dilaporkan terjadi di Kampung Bulakan, berupa hilangnya tanaman pisang dan timun siap panen. Kondisi ini menambah keresahan masyarakat karena kerugian tidak hanya menimpa satu jenis komoditas.
Oleh karena itu, warga meminta pihak kepolisian bersama pemerintah desa meningkatkan pengawasan di kawasan pertanian, terutama saat musim panen.
Langkah ini dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan mencegah terulangnya tindak pidana serupa. Masyarakat juga berharap kasus ini diusut tuntas agar pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
• Sarudin | Hendrik














