POLISI NEWS | BITUNG, Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer di Kota Bitung menggelar aksi demo Damai di depan Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),Rabu (18/12/2024). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar pemerintah kota(Pemkot) segera membayarkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP), ASN dan gaji tenaga honorer yang belum diterima selama beberapa bulan ini.
Pantauan sejumlah awak media di lokasi, para demo membawa karangan bunga yang bertuliskan “Telah Meninggal Dunia Hati Nurani Walikota Bitung, Sekretaris kota dan kaban keuangan ”dari ASN. sehingga menggambarkan kondisi sulit yang mereka hadapi. Selain itu, orasi-orasi bernada kritik juga menggema, mengecam lambatnya respons pemerintah kota dalam memenuhi hak-hak pegawai yang seharusnya menjadi prioritas.
Salah seorang tenaga honorer yang ikut serta dalam aksi tersebut mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup akibat keterlambatan pembayaran gaji.
“Kami bekerja dengan penuh tanggung jawab, tapi hak kami belum dipenuhi. Bagaimana kami bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat jika kebutuhan dasar kami sendiri tidak terpenuhi? ”ungkapnya.
Senada dengan itu, seorang ASN yang turut berdemonstrasi menyatakan kekecewaannya terhadap keterlambatan pembayaran TPP.
“TPP itu hak kami, tapi kenapa pemerintah kota tidak serius menyelesaikan masalah ini? Kami butuh kepastian!” ujarnya tegas.
Aksi protes ini dinilai sebagai peringatan serius bagi Pemerintah Kota Bitung, yang dianggap gagal mengelola keuangan daerah secara bijak. Para demonstran juga mendesak transparansi anggaran dan meminta pemenuhan hak pegawai menjadi prioritas utama.
“Kami tidak ingin terus-menerus turun ke jalan hanya untuk memperjuangkan hak kami. Pemerintah harus punya rasa empati!” seru salah satu peserta aksi.
Demonstrasi ini diakhiri dengan desakan kepada pemerintah kota untuk segera mengambil langkah konkret menyelesaikan keterlambatan pembayaran gaji dan TPP.
Sementara ini kami ASN bersama honorer akan bergegas dari tempat aksi demo ini untuk lanjut membawa berkas bukti laporan dugaan korupsi ke Kejari Bitung.
Jurnalis|Nando






























