18 Provinsi Ikuti Diskusi Tentang Pelarangan Mudik

- Jurnalis

Selasa, 11 Mei 2021 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLISI NEWS | JAWA TIMUR. 18 Provinsi di Indonesia telah mengikuti acara rutin diskusi publik yang di gelar MZK Institute Jakarta yang bergerak di bidang sekolah wartawan di Indonesia berlangsung 11 Mei 2021, melalui aplikasi zoom, mulai pukul 20.00-22 Wib.

Diskusi publik yang kali ini mengangkat tema Pelarangan Mudik Ketat, Bagaimana Objek Wisata? menampilkan empat narasumber, Eddy Ganefo dari Kadin Indonesia, Budi Santoso Kepala Satpol PP Jatim, Agus Susanto Guide Internasional Yogyakarta dan Fals Yudistira Ketua Pokdarwis tebing lingga Kabupaten Trenggalek Jatim.

Para narasumber di 18 provinsi yang mengikuti diskusi publik sekitar dua jam itu, diantaranya Bengkulu, Jambi, Riau, Lampung, Sumsel, Kepulauan Riau (Batam), Kalbar, Kaltim, NTT, Maluku, Jatim, Jabar, Jateng, DKI Jaya, Banten, Yogyakarta, Sulut, Sulsel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agung Santoso inisiator diskusi publik, menjelaskan kegiatan yang di fasilitasi oleh MZK Institute, dikenal dengan sekolah wartawan merupakan ketiga kalinya.

Diskusi publik pertama angkat tema peran birokrasi di Indonesia dalam mendukung pemberitaan yang transparan.

Diskusi publik kedua angkat tema mungkinkah pelarangan mudik lebaran berpengaruh terhadap penyebaran covid-19.

Dskusi publik ketiga dengan tema larangan mudik ketat, bagaimana dengan objek wisata?

“Diskusi publik yang kami gelar rutin merupakan bagian dari tugas kami memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada di Indonesia, utamanya masyarakat pers, karena awak media di tuntut memperbarui keilmuan dan wawasannya,” ujar Agung yang juga Ketua Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media (FKPRM) di Jatim dan inisiator wartawan entrepreneur di Indonesia.

Kesimpulan dari diskusi publik, semua nara sumber sepakat, pengetatan pelarangan mudik oleh Pemerintah, bertujuan agar jangan muncul kluster baru, dan dampaknya setelah lebaran masih terus penanganan Covid tidak kian menuju penurunan melainkan meningkat, sehingga berdampak lagi pada sektor lain.

Baca Juga:  Komunitas Sepeda Ontel Setu Babakan Menghadiri Pejon di Tegal

Tentang bagaimana penanganan objek wisata di saat lebaran ? para narasumber tetap menyarankan kepada semua masyarakat hidari kerumunan dan tetap disiplin Prokes.

Tim Liputan | Mulyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.polisinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Hantam Leuwidamar, Sawah Bungin dan Kali Cisimeut Kering
DLH Jatim dan Sumenep Tinjau Desa Berakas Raas, Fokus Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi
Bupati Tapteng dan Taput Tinjau Jalan Penghubung, Dukung Sinergi dengan Pemprov Sumut
Wabup Tapteng Hadiri Pembukaan MTQ ke-40 Sumut di Medan
Kuwu Desa Cikalahang Dukupuntang Ikut Bagikan Bansos Beras Dan Minyak Goreng ke Warga Penerima Manfaatq
Baharudin Menang Telak PAW Kedongdong Kidul dengan 25 Suara
Sambut 1 Muharam 1448 H, Paguyuban Cisimeut Besatu Lebak Gelar Peringatan
Pembangunan Jalan Simpang Tiga Cisimeut–Warunglame Diharapkan Tingkatkan Mobilitas dan Perekonomian Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:03 WIB

Kemarau Hantam Leuwidamar, Sawah Bungin dan Kali Cisimeut Kering

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:31 WIB

DLH Jatim dan Sumenep Tinjau Desa Berakas Raas, Fokus Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:45 WIB

Bupati Tapteng dan Taput Tinjau Jalan Penghubung, Dukung Sinergi dengan Pemprov Sumut

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:38 WIB

Wabup Tapteng Hadiri Pembukaan MTQ ke-40 Sumut di Medan

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:51 WIB

Kuwu Desa Cikalahang Dukupuntang Ikut Bagikan Bansos Beras Dan Minyak Goreng ke Warga Penerima Manfaatq

Berita Terbaru

Kabar Polres

Kapolres Langkat Pimpin Sertijab Kasat Polairud dan Kasi Humas

Jumat, 26 Jun 2026 - 19:03 WIB