Diduga Puluhan Tahun Oknum TNI -Polri dan Pemda Lakukan Pembiaran Terhadap Pelaku Pembalakan Liar di DAS Hutan TNGL Langkat -Aceh

Mata Hukum341 Dilihat

POLISI NEWS | LANGKAT. Banjir Bandang dan tanah longsor bak Tsunami yang menghantam puluhan Desa dan Kelurahan yang meluluhlantakan pemukiman penduduk di kawasan Langkat dan Aceh Tamiang, yang terjadi Pada bulan November 2025.

Peristiwa itu sangat dirasakan oleh masyarakat yang mengalami langsung sehingga mereka merasakan duka yang mendalam, anak anak Aceh dan Langkat mengalami teruma kehilangan tempat belajar, tempat bermain, dan mereka hidup dalam pengungsian dan para orang tua mereka kehilangan pekerjaan dan pengungsi di mana -mana, dampak banjir tersebut meninggalkan duka yang mendalam.

Kejadian bencana banjir besar ini tak terlepas dari ulah- ulah oknum TNI -Polri dan Pemerintah daerah itu sendiri. Ada kesan pembiaran terhadap pembalakan liar, Perusahan perusahan yang di beking oleh oknum – oknum berbaju loreng – coklat, Kepala Desa, Camat dan oknum- oknum masyarakat yang rakus ikut serta menghancurkan Hutan DAS (daerah Aliran Sungai) Aceh – Langkat.

Bayangkan Mobil mobil truk membawa kayu olahan dan puluhan becak motor perhari dari Aceh Tamiang dan Langkat.

Mereka aman dan mulus karena mobil tersebut dijaga oleh oknum oknum berbaju loreng dan rambut cepak setiap harinya.

Ketua LSM KPK Langkat, Sumut M. Yusuf ketika di hubungi via telepon Selasa (22/12/2025) menghimbau pada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan aparat TNI -Polri dan Pemda Aceh Tamiang, maupun Pemda Langkat agar betul betul menjaga kawasan hutan, jangan ada kesan pembiaran terhadap penebangan pohon DAS sehingga menyebabkan banjir bandang terjadi.

“Presiden Prabowo dalam kunjungan nya di Aceh Tamiang dalam rangka turun ke tempat pengungsi Aceh- Langkat dan mengatakan dengan tegas, dan jelas jangan tebang pohon warga dihimbau jangan ikut tebang pohon dengan kata kata itu jelas lihat dampaknya yang terjadi.,” ketus Ketua LSM KPK Sumut.

Mengingat awal -awal terjadinya banjir besar ribuan orang terancam mengalami “kelaparan panjang” imbas terputusnya jalan darat menuju kabupaten terdekat pasca-banjir bandang yang disusul longsor pada 26 November lalu.

Listrik padam, komunikasi terputus dan ribuan orang mengungsi menerjang wilayah itu, bahan pangan mulai dari beras hingga telur ludes. Stok bahan bakar minyak (BBM) juga tak bertahan lama.

Contoh Kayak di Kabupaten Benar Meriah

Untuk bertahan hidup, warga tidak punya pilihan selain berjalan puluhan kilometer, menyusuri curamnya jalan lintas KKA yang amblas dan berlumpur menuju Lhokseumawe.

“Mereka mesti berjalan menggendong beras, minyak, melewati longsoran karena stok logistik tidak ada lagi. Kalau akses jalan tidak dibuka, akan membuat mereka kelaparan sangat panjang dari ujung telepon yang jaringannya timbul-tenggelam.dan terputus.

Jurnalis | Muslim Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *