Material Hasil Normalisasi Sungai Anak Winong Desa Balerante Diduga Diperjual Belikan

Mata Hukum242 Dilihat

POLISI NEWS | KAB. CIREBON. Kegiatan pengerukan dialiran anak sungai Winong menggunakan alat berat kobelko sudah berjalan satu minggu menjadi sorotan di mata awak media. Senin (22/12/2025).

Dari informasi narasumber melalui pesan singkat dan video bahwa ada kegiatan pengerukan sirtu di blok Pesantren Desa Balerante,  Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, dan menawarkan bahwa ada sirtu seharga 350 ribu per mobil.

Dengan berbekal informasi, kami dari tim media mendatangi lokasi pengerukan sirtu di aliran sungai yang berada persis di pinggiran pesantren, ternyata benar ada alat berat yang lagi beroperasi mengeruk dan mengumpulkan sirtu untuk di tarik oleh mobil dump truk.

Awak media ini pun mendatangi ke sejumlah orang yang duduk di belakang warung kopi, ternyata mereka pengurus perwakilan dari Desa sebut mandor Dedi, saat di konfirmasi,

Ia pun menjelaskan, bahwa pengerukan menormalisasi aliran sungai, awalnya ada pengaduan pesantren yang sering kebanjiran dampak luapan air sungai di pinggirnya dangkal, melalui Desa setempat dan desa pun melakukan musyawarah ke masyarakat untuk dibikin persetujuan, ia pun mengeluarkan dokumentasi persetujuan dari berbagai instansi terkait. di depan awak media.

Tanya jawab pun terjadi karena informasi yang awak media kantongi bahwa sirtu hasil pengerukan itu di jual seharga 350 ribu, ternyata mereka mengelak tidak mengakui.

“Sirtu yang dikumpulkan dan di tarik oleh mobil dum truk tidak di jual, tapi untuk masyarakat yang membutuh kan paling untuk ongkos gendong atau ongkos mobil nya aja, dan sebagian untuk di kirim pengurugan program KDMP, “ujar Mandor Dedi.

Kami pun menanyakan terkait biaya anggaran nya dari siapa karena pengerukan ini mendatangkan sewa alat berat, dan membutuhkan biaya untuk operator, biaya solar dll.

Pengakuan mandor Dedi terkait biaya mengatakan, “Saya tidak tahu, itu semua MOU Pak Kuwu, dan tidak paham juga terkait berapa titik wilayah harus dikirim sirtu, saya hanya mengawasi, tapi sirtu di sini tidak diperjualkan, “pungkas Mandor Dedi.

Jurnalis | Toto S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *