Usai Di Autopsi Jenazah Weni Tiba Di Rumah Duka Disambut Tangis Keluarga

Berita Update253 Dilihat
banner 336x280

GARUT I POLISI NEWS. Jenazah Weni Tania (21) yang merupakan korban yang mayatnya ditemukan di Kali Muncang Lega ,Sucinaraja, disambut isak tangis oleh keluarga saat tiba di rumah duka, di Kampung Ciloa Tengah RT03/RW03 Desa Sindangratu, Kecamatan Wanaraja ,Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (06/02/2021).

Mobil ambulans yang membawa jenazah Weni tiba di rumah duka di Kampung Ciloa Tengah, Desa Sindangratu,Kecamatan Wanaraja, Sabtu (06/02/2021) Sekitar pukul 13:00 WIB.

banner 336x280

Kantong jenazah yang berisi jenazah Weni Tania Langsung dibawa ke dalam rumah.

Pihak keluarga yang sudah menanti kedatangan jenazah korban tak kuasa menahan tangis di hadapan jenazah Weni.

Sejumlah kerabat harus menenangkan saudara dan keluarga korban (Weni),yang terus-menerus menangis bahkan ada juga yang pingsan mengetahui keluarganya tewas secara mengenaskan.

Sebelumnya jenazah Weni yang ditemukan di Kali Muncang Lega,Kecamatan Sucinaraja, Jum’at (05/02) pagi, sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum dr.Slamet Garut untuk dilakukannya visum setelah dievakuasi dari TKP.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, untuk mempercepat proses penyelidikan, akhirnya pihak kepolisian membawa jenazah Weni ke RS Sartika Asih,Bandung untuk menjalani serangkaian proses visum hingga autopsi.

Setibanya jenazah Weni ke rumah duka, selanjutnya oleh kerabat dan keluarga di Sholatkan sebelum akhirnya di makamkan.

Weni di makamkan tak jauh dari rumahnya, berdekatan dengan makam almarhum ayahnya.

Dijumpai oleh para awak media dipemakaman, Kepala Desa Sindangratu, Yuyu Sunia, membenarkan jika Weni merupakan warganya dan Yuyu menceritakan keseharian Weni.

” Sebelumnya kami mendapat laporan dari kadus, terkait penemuan mayat di kampung Tegalpanjang, setelah diselidiki ternyata itu adalah warga kami yang bernama Weni, yang beralamat di kampung Ciloa Tengah Rt03/Rw03 Desa Sindangratu.”

“Keseharian Weni adalah karyawan perusahaan,namun sudah hampir 10 hari Weni berhenti dari pekerjaannya”.,Kata Yuyu Kepada awak Polisi News.

Lanjut Yuyu, Weni tinggal bersama bibinya, ayahnya sudah almarhum dan ibu nya berada di Saudi. “Lanjut Yuyu lagi.

Sambung Yuyu,sampai saat ini belum ada yang dicurigai dan titik terang terkait kematian Weni. Pungkasnya.

Setelah usai prosesi pemakaman, wartawan media Polisi News mencoba komunikasi dengan ibunda Weni yang sekarang berada di Saudi.

Nurjanah (42), mengungkapkan “Saya atas nama keluarga, terkait dengan yang terjadi terhadap anak saya, saya meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini secepatnya, jika memang anak saya terbukti dibunuh, saya ingin pelaku dihukum dengan hukuman yang setimpal”., Ungkap Nurjanah Kepada Polisi News melalui pesan elektronik media sosial, Sabtu,06/02/2021 .

Tim Liputan : Bang Adies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *