Tgk. Tarmizi ketua PWDPI Aceh Timur Mengecam dan Meyesalkan Tindakan Penganiayaan Dilakukan Oknum Paspampres

Nasional199 Dilihat
banner 336x280

POLISI NEWS | ACEH SINGKIL. Tgk. Tarmizi yang akrab di sapa dengan Tgk. MIDI Selaku Ketua persatuan wartawan duta Pena Indonesia ( PWDPI) DPC Aceh Timur sangat menyesalkan serta Mengecam tindakan yang di duga dilakukan oleh salah satu oknum Paspampres terhadap warga Aceh asal Gampong Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Grugok Kabupaten Bireuen, yang bernama Imam Masykur (25), akibat pengeniaan korban meninggal dunia setelah mengalami penculikan dan penyiksaan yang diduga dilakukan oknum anggota Paspampres.

Tarmizi meminta kepada presiden republik Indonesia bapak Ir. Jokowi untuk menindaklanjuti permasalahan saat ini mengingat tindakan seperti itu merupakan tindakan pelanggaran HAM berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, dan kejadian serupa tidak terulang kembali yang dapat mengakibatkan nantinya akan timbul kasus serupa dan dapat mengakibatkan konflik baru di kalangan masyarakat.

banner 336x280

“Kami masyarakat Aceh berharap presiden republik Indonesia dapat bertanggung jawab serta segera menyelesaikan permasalahan ini Agar tidak terjadi konflik baru dikalangan masyarakat,” ucap Dosen fakultas Ushuluddin,Adab dan Dakwah IAIN Langsa ini.

Tgk. Midi juga meminta kepada penegak hukum untuk mengambil langkah strategis dan terukur untuk segera melakukan tindakan hukum, para penegak hukum jangan tinggal diam untuk mengusut tuntas kasus dugaan pelanggan HAM Berat Ini. Apalagi diduga dilakukan oleh salah satu institusi negara yang seyogyanya melindungi warga negara. Namun kenyataannya malahan dugaan menculik memeras dan mengania hingga tewas warga Aceh di perantauan.

“Kami berharap para penegak hukum harus melakukan tindakan hukum sesuai dengan kapasitas nya,mengingat ha ini merupakan tindakan kriminal yang harus dituntaskan penyelidikan dan menyeret pelakunya ke meja hijau sesegera mungkin.”

Sebagaimana diberitakan tadi malam oleh media pwdpiaceh.com dengan beredar video singkat seorang pria bernama Imam Masykur (25) asal Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura, Bireuen diduga kuat diculik dan disiksa oleh oknum TNI hingga meninggal dunia pada Sabtu (12/8/2023).  dari unggahan yang menampilkan video viral itu, peristiwa penganiayaan hingga suara korban yang meminta uang sejumlah 50 juta rupiah.

Unggahan video tersebut tampak korban histeris dengan luka di sekujur pundak diduga bekas siksaan oleh oknum TNI. Dia meminta agar adiknya menelpon ibu mereka supaya dikirimkan uang secepatnya, ditakutkan apabila terlambat dikirim maka Imam Masykur akan dibunuh.

Dalam surat keterangan penyerahan mayat yang diterbitkan oleh Polisi Militer Kodam Jaya/Jayakarta, Kamis (24/8/2023) yang ditandatangani oleh Serka Agus, Praka RM berdinas di kesatuan Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg).

Dengan kejadian tersebut di atas.” Saya berharap kepada penegak hukum maupun instansi terkait untuk segera melakukan tindakan hukum dan menyeret pelakunya ke ranah hukum. Apalagi diduga dilakukan dengan sadar dan berencana yang dimulai dengan penculikan, penganiayaan disertai pemerasan minta uang tebusan. Semoga Ini kejadian yang terakhir menimpa warga Aceh Di perantauan, “ungkap Alumni  Dayah Ayah Caleu Ini kepada responden pwdpiaceh.com.

“Penegak hukum jangan tinggal diam melihat permasalahan ini, “tutur Tgk. MIDI dengan rasa pilu dan sedih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *