Terbongkar, Diduga Ada Manipulasi Data Bantuan PIP di SMPN 6 Cimarga

Nasional171 Dilihat
banner 336x280

POLISI NEWS | LEBAK. Telah ditemukan sejumlah data siswa yang diduga fiktif di SMPN 6 Cimarga. Pasalnya, siswa tersebut tidak melanjutkan Sekolah di SMPN 6 Cimarga tapi masih mendapatkan surat panggilan dari pihak sekolah prihal pengajuan dan penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

Tidak hanya itu, bahkan ada beberapa siswa yang sudah berhenti pun masih terdaftar pada bantuan PIP tersebut.

banner 336x280

SMPN 6 Cimarga terletak di Desa Sangiang Jaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (23/3/24).

Tindakan dugaan manipulasi tersebut diduga oleh oknum guru Sekolah SMPN 6 Cimarga.

Hal tersebut diperkuat berdasarkan data yang dihimpun awak media dari salah satu warga Desa Sangiang Jaya berinisial JN.

Kata JN, anaknya tersebut setelah lulus SD tidak melanjutkan lagi ke Sekolah SMPN, namun pada Senin 4 Maret 2024, anaknya mendapat surat panggilan dari pihak SMPN 6 Cimarga.

Undangan tersebut tertulis udangan pengajuan penyaluran PIP pada Selasa 5 Maret 2024.

JN pun pada Kamis 7 Maret 2024 setelah di informasikan oleh pihak sekolah, pihaknya diminta untuk mengecek bantuan PIP tersebut di Kantor BRI unit Muncang.

“Saya dan sejumlah wali murid yang lainnya pada Kamis 7 Maret 2024 mendatangi kantor BRI unit Muncang, untuk melakukan pengecekan sekaligus pencairan PIP, “kata JN.

Pencairan tersebut didampingi satu orang guru honorer berinisil Mrs. Setelah di Kantor BRI, ia menanyakan kepada guru yang berinisial Mrs tersebut.

“Ini bagaimana pak yang punya anak saya, kata Mrs untuk yang anak ibu ini harus meminta surat keterangan dari sekolah dulu, untuk sementara ini bantuan PIP anak ibu belum bisa di proses, itu kata Mrs guru honorer yang mendampingi pencairan tersebut,”katanya.

JN mengaku kebingungan kenapa anaknya padahal tidak melanjutkan sekolah di SMPN 6 Cimarga namun terdaftar di Bantuan PIP.

“Saya merasa bingung dan aneh kenapa anak saya yang tidak melanjutkan sekolah ke SMPN 6 Cimarga kok terdaftar di bantuan PIP,”katanya.

“Jelas ini membuat saya menduga bahwa pihak SMPN 6 Cimarga telah menyalah gunakan data anak saya. Tidak hanya anak saya, ternyata ada beberapa siswa yang telah berhenti sekolah di SMPN 6 Cimarga, namun masih terdaftar di bantuan PIP,”ungkap warga.

Sementara Ydn Operator Sekolah (OPS) SMPN 6 Cimarga ketika dikonfirmasi awak media dihubungi melalui pesan via WhatsAppnya tidak bisa dihubungi dan terlihat ceklis satu, awak media menduga Ydn OPS tersebut telah memblokir nomor awak Media.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah siswa telah melaporkan oknum pihak Sekolah SMPN 6 Cimarga diduga menggelapkan dana bantuan PIP milik sejumlah murid.

Mereka melaporkan ke Kejaksaan Negeri Lebak pada Jumat 22 Maret 2024, karena haknya pada bantuan PIP tersebut sejak tahun 2022 hingga 2023 diduga tidak disalurkan. Padahal ketika di cek di buku rekening PIP milik sejumlah warga tersebut, mereka ternyata mendapatkan bantuan.

Jurnalis | Dani Saeputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *