Sungai Cisimeut Diracun, Ribuan Ikan Mati Warga Minta Segera Tindak Tegas pp

Nasional250 Dilihat
banner 336x280

POLISI NEWS | LEBAK. Sangat Miris saat musim kemarau aliran sungai Cisimeut yang merupakan sungai terbesar diracun orang tidak dikenal di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak Banten.

Menurut salah seorang warga di kecamatan Sobang  mengungkapkan, kami bersama warga sangat miris, prihatin atas ulah oknum warga yang belum  diduga melakukan peracunan terhadap sungai.

banner 336x280

Adapun titik peracunan berada di kampung Seklok, Kampung Bongkok dan kampung Sukarasa desa Sukaresmi, Kecamatan Sobang yang mengalir ke desa-desa lain dan kecamatan lain.

“Kami sangat prihatin dan kecewa atas peracunan sungai terbesar ini”, ungkapnya.

Warga Sobang merupakan warga adat yang sangat mencintai alam dan lingkungan. Dengan diracuninya sungai tersebut bukan hanya ikan besar yang mati tapi benih- benihnya juga mati.

Selain itu dimusim kemarau seperti ini sebagian besar warga dalam kondisi kesulitan air bersih dan air sungailah yang menjadi tumpuan utama warga.

“Sangat berdampak terhadap kerusakan pada lingkungan hidup dan bisa menimbulkan penyakit kepada masyarakat pengguna air,” tambahnya.

Berdasarkan kondisi tersebut ia berharap penegak hukum di negara ini segera bersikap tegas lakukan dan menangkap oknum warga yang meracuni sungai tersebut.

Sementara Kholik selaku Kepala Desa Sukaresmi saat dikonfirmasi oleh awak media dirinya menerangkan, “Bahwa pelaku belum diketahui secara detail namun ada oknum aparat juga bang yang saya dapatkan informasi nya dari teman teman yang pada saat ada di kali Cisimet itu,” ungakapny

“Saya selaku kepala Desa Sukaresmi meminta kepada Polres Lebak, Polda Banten agar segera menindak tegas oknum aparat yang diduga sudah memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat sekitar Sobang karena diracuni sungai tersebut ada bekingnya yaitu oknum aparat juga yang saya tau ujar, “Kepala Desa kepada awak media

Lanjut Kohlik kepala Desa Sukaresmi, “Saya tegaskan lagi mau siapa pun pelakunya tetap harus di basmi secara aturan yang berlaku kerna ini sudah merusak sungai dan sudah meracuni puluhan ribu ikan dan sudah mencemari sungai oleh racun yang sangat berbahaya bisa memantikan jiwa manusia.”

“Setelah saya selidiki lebihlanjut ternyata ada oknum aparat yang seharusnya mencegah kepada masyarakat, ia malah memberikan contoh yang tidak baik untuk,” jelas Kepala Desa Sukaresmi.

Jurnalis | Dani Saeputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *